WHO Setop Uji Coba Obat HIV untuk Pengobatan Pasien Covid-19 di RS

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (4/7/2020) mengumumkan telah menghentikan percobaan kombinasi obat HIV lopinavir dan ritonavir sebagai pengobatan gabungan untuk pasien corona (Covid-19) yang dirawat di rumah sakit (RS). Pasalnya hasil sementara menunjukkan, obat itu tidak terlalu berdampak signifikan menekan angka kematian pasien Covid-19.

Ribuan pasien telah dilibatkan dan terdaftar di The Solidarity Trial yang dipimpin WHO untuk menguji obat HIV lopinavir/ritonavir. The Solidarity Trial didirikan WHO untuk menemukan pengobatan efektif bagi pasien Covid-19. Hal itu dimulai dengan lima tahap yakni perawatan standar, remdesivir, hydroxychloroquine, lopinavir/ritonavir, dan lopanivir/ritonavir dikombinasikan dengan interferon.

Thailand Klaim Temukan Obat Virus Korona

Hydroxychloroquine juga digunakan untuk penyakit rheumatoid seperti radang sendi. Obat itu sempat membawa kabar baik di awal tahun setelah beberapa penelitian kecil menyebutkan obat itu bisa membantu mengobati corona .

Keputusan WHO untuk menghentikan studi hydroxychloroquine dan lopinavir/ritonavir hanya berlaku untuk percobaan pada pasien corona yang dirawat di rumah sakit. Namun tidak menghalangi studi tentang obat pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit atau sebagai pengobatan pencegahan untuk pasien sebelum terpapar corona .

Hingga kini belum ada obat yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) untuk mengobati corona. Covid-19 telah menginfeksi lebih 11 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 527.647, menurut data Johns Hopkins University.