Wali Kota Tangerang Minta Guru Waspadai Penyebaran Covid-19 di Sekolah

Wali kota Tangerang, Arief R Wismansyah meminta guru dan tenaga pengajar di Kota Tangerang untuk ikut andil dalam pencegahan virus Covid-19 . Terlebih dalam waktu dekat, sekolah akan kembali dibuka untuk menjalani proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Oleh sebab itu, Arief meminta Dinas Pendidikan dan seluruh stakeholder pendidikan di Tangerang untuk menyusun rencana dengan detail agar proses KBM di Kota Tangerang tidak malah menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

BACA JUGA

Mendikbud: Januari 2021, Pembelajaran Tatap Muka Kembali Dilaksanakan

“Tantangan ke depan akan lebih besar. Untuk itu generasi penerus harus dipersiapkan melalui pendidikan yang baik. Peran guru menjadi salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar. Banyak hal yang harus dipersiapkan jika rencana tersebut dilakukan di Kota Tangerang. Saya berharap setiap tenaga pengajar di Kota Tangerang tetap mewaspadai penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum kunjung usai. Jangan sampai justru membahayakan anak‚Äďanak nantinya,” tutur Wali kota Tangerang saat memberikan sambutan di HUT PGRI ke-75 di Gedung Pemkot Tangerang, Rabu (25/11/2020).

Arief menyatakan bahwa proses KBM tatap muka di Kota Tangerang akan kembali berjalan pada Januari 2021 mendatang.

“Kita sedang mempersiapkannya. Kita sedang kaji dan siapkan berbagai skema dan alternatifnya. Kita tidak mau menyelenggarakan tanpa pendidikan tatap muka tanpa keterpaksaan. Harus ada izin dari semua pemangku kepentingan termasuk orangtua. Faktor kesehatan dan keselamatan menjadi fokus kita kalau memang mau kembali menyelenggarakan pendidikan,” tambahnya.

BACA JUGA

Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19 Perlu Persiapan Matang

Sementara Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menyatakan masih belum bisa memastikan pembukaan sekolah dengan menggunakan metode tatap muka di wilayah Tangsel. Mengingat kondisi pandemi Covid-19 masih naik turun di wilayah Tangsel.

“Kita belum dapat memberi kepastian lantaran tingginya risiko penularan Covid-19 terhadap anak-anak ketika beraktivitas. Kalau anak-anak kan dia tahu harus pakai masker, dia tahu jaga jarak, dia tau harus mencuci tangan, tapi kan kalau ketemu temen-temen kan masih. Ya namanya juga anak-anak. Itu yang saya pikirkan betul, walaupun sarana dan prasarana sudah kita siapkan,” tandas Wali Kota Tangerang Selatan itu.

Berita terkait: