Tinjau Pasar, Wakil Wali Kota Pastikan Stok Pangan di Tangerang Aman selama Ramadan

Wakil Wali Kota Tangerang, H Sachrudin bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Abduh Surachman, Kepala PD Pasar, Titin Mulyati dan perwakilan Bulog dan BPS Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Anyar Kota Tangerang. Mereka ingin memastikan pasokan komoditas pangan pokok di Kota Tangerang tetap terjaga selama bulan Ramadan 1442 H yang tinggal beberapa hari lagi.

Dalam sidak tersebut, wakil wali kota sempat berdialog dengan beberapa pedagang terkait pasokan komoditas pangan yang mereka jual apakah distribusinya dan harganya tidak naik signifikan jelang puasa.

“Dari monitoring tadi kita memang temukan beberapa komoditas seperti daging sapi, daging ayam, telur dan sejumlah bahan pokok lainnya mengalami kenaikan dan rata-rata tadi mengungkapkan bahwa kenaikan itu dampak jelang puasa. Namun kenaikannya tidak signifikan. Dan itu yang akan terus kita pantau,” ungkap Sachrudin, Jumat (9/4/2021).

BACA JUGA

Jumlah Harian Kasus Covid-19 d Kota Tangerang Menurun

Ditambahkan Wakil Wali Kota Tangerang itu, pihaknya menjamin persediaan bahan pokok di Kota Tangerang aman saat puasa dan lebaran.

“Kita pastikan stok bahan pangan aman selama puasa dan lebaran ini. Kita juga memastikan pasokannya juga aman dan termasuk rutin melakukan pengecekan harga agar tidak meningkat tinggi. Dan kalau memang ada yang kurang kita akan koordinasi dengan DKP untuk menggelar operasi pasar,” lanjutnya.

Lebih jauh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Abduh Surachman juga siap mendorong transaksi digital untuk mempermudah aktivitas jual beli di masyarakat dan untuk mencegah kerumunan di pasar sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 tidak menyebar cepat.

“Sedangkan untuk pengawasan, kita juga sudah bentuk Satgas Ketahanan Pangan di setiap pasar tradisional di Kota Tangerang yang beranggotakan anggota DKP, Satpol PP dan Kepolisian. Di mana nantinya Satgas juga akan bekerja dan siap memberikan sanksi terhadap ulah pedagang yang nakal misal menaikan harga terlalu tinggi dan juga melakukan pengoplosan (pencampuran) bahan pangannya seperti daging sapi dengan daging celeng. Ini yang kita waspadai,” tandas Abduh.

Berita terkait: