Syekh Ali Jaber Akui Cinta dan Siap Meninggal di Indonesia

Kepergian pendakwah sekaligus ulama besar, Syekh Ali Jaber, menyisakan duka mendalam bagi umat muslim dan masyarakat Indonesia. Pasalnya, ulama kelahiran Madinah, 3 Februari 1976 itu, dikabarkan telah membaik setelah dinyatakan positif terpapar virus Covid-19 pada 29 Desember 2020.

Sejumlah tokoh ulama menyampaikan rasa kehilangan atas meninggalnya Syekh Ali Jaber, termasuk Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsy, yang memantau kondisi Syekh Ali Jaber selama dirawat di rumah sakit.

Menurut Habib Abdurrahman, pascadinyatakan positif Covid-19 pada 29 Desember 2020, Syekh Ali Jaber berjuang melawan penyakit tersebut dan sempat dirawat dengan menggunakan ventilator selama 17 hari.

Dalam beberapa hari terakhir, kondisi Syekh Ali Jaber mulai stabil dan hasil tes terakhir menunjukkan beliau negatif Covid-19. Namun semalam Syekh Ali Jaber dikabarkan kritis dan tadi pagi dinyatakan meninggal.

“Kami sangat kehilangan. Beliau selalu bilang beliau Cinta Indonesia dan beliau bangga sebagai Warga Negara Indonesia. Beliau juga dalam beberapa kali kesempatan menyatakan ingin meninggal di Indonesia,” ujar Habib Abdurrahman.

Dimata keluarga, Syekh Ali Jaber dikenal sebagai sosok yang baik dan tak pernah marah. Dalam ingatan anak angkatnya, Muhammad Ghifari Akbar, ulama yang resmi menyandang status WNI pada awal Januari 2020, dikenal sebagai sosok yang lemah lembut, baik, dan penyabar.

Muhammad Ghifari Akbar mengaku sedih karena belum mampu membahagiakan ayah angkatnya itu hingga akhir hayatnya. “Saya nggak pernah liat beliau marah. Maaf kalau Akbar ada salah, Akbar belum bisa membahagiakan Baba Syekh Ali Jaber, apalagi belum bisa membuktikan hafal 30 juz,” ujar bocah pemulung yang sempat viral karena tertangkap kamera sedang membaca Al Quran di trotoar yang kemudian diangkat anak oleh Syekh Ali Jaber.

Ungkapan duka cita atas meninggalnya Syekh Ali Jaber mengalir deras melalui media sosial. Dan sejauh ini, pihak rumah sakit Yarsi masih mengurus jenazah pendakwah tersebut. Bahkan hingga berita ini diurunkan, belum ada penyataan resmi dari keluarga, pria bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber akan dimakamkan dimana.

Berita terkait: