Survei Indikator: TNI Raih Kepercayaan Publik Tertinggi

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis survei mengenai mitigasi dampak Covid-19 di Indonesia.

Hasil survei bertajuk ‘Mitigasi Dampak Covid 19: Tarik Menarik antara Kepentingan Ekonomi & Kesehatan’ itu melakukan pengukuran untuk mengetahui sejauh mana kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan selama pandemi.

“Kepercayaan publik terhadap lembaga negara dalam dua bulan terakhir tampak tidak banyak berubah, perubahan yang lebih besar terhadap Presiden, meningkat dari 79,1 persen pada temuan sebelumnya, menjadi sekitar 85,8 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi , di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

BACA JUGA

TNI-Polri Diyakini Mampu Jaga Keamanan Selama Pandemi

Dalam hasil survei diketahui, kepercayaan publik tertinggi didapat TNI , yakni sekitar 89,9 persen pada September 2020. Jumlah itu meningkat dari sebelumnya yakni 88 persen pada Juli 2020 dan sebesar 85,5 pada Mei 2020.

Kepercayaan tertinggi lainnya yakni kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni sebesar 85,8 persen pada September 2020. Jumlah itu naik dari sebelumnya pada Juli 2020 yang sebesar 79,1 persen.

Kemudian institusi lainnya, yakni terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 73,2 persen pada September 2020. Jumlah ini justru mengalami penurunan, yakni sebesar 74,7 pada Juli 2020.

BACA JUGA

Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Jokowi Masih Berpotensi Naik

Selanjutnya, Kepolisian tingkat kepercayaan mencapai 72,9 persen pada September 2020. Hasil tersebut juga mengalami penurunan yakni 75,3 persen pada Juli 2020 dan 79,4 persen pada Mei 2020.

Institusi lainnya, yakni kejaksaan, tingkat kepercayaan masyarakat mencapai 71,3 persen pada September 2020. Sedangkan pada Juli 2020 sebesar 68,4 persen dan pada Mei 2020 sebesar 74,1 persen.

Untuk institusi DPR, tingkat kepercayaan mencapai 58,3 persen pada September 2020. Naik sedikit dibanding Juli 2020 yang hanya sebesar 57,6 persen dan pada Mei 2020 sebesar 60,1 persen.

BACA JUGA

Masyarakat Cukup Puas terhadap Kinerja Jokowi Tangani Pandemi

Untuk diketahui, survei dilakukan selama 24-30 September terhadap 1.200 responden dari seluruh daerah di Indonesia yang dipilih secara acak. Survei digelar melalui sambungan telepon. Dengan asumsi metode simple random sampling , survei ini memiliki toleransi kesalahan ( margin of error ) sekitar 2,9.

Berita terkait: