Selama 2019 Lebih dari 3.800 Orang Turki Dipenjara karena Dianggap Menghina Erdogan

Media Turki BirGun dua hari lalu melaporkan, lebih dari 3.800 orang Turki dihukum penjara karena menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan tahun lalu.

Departemen Kehakiman Turki menjatuhkan hukuman penjara kepada lebih dari 3.831 orang pada tahun lalu, naik 87 persen dari 2018 yang angkanya 2.046 orang dibui.

Laman Al Arabiya melaporkan, Rabu (16/9), undang-undang di Turki menyatakan menghina presiden adalah pelanggaran dan pelakunya biasanya dihukum penjara empat tahun. Hukuman bui itu bisa bertambah jika penghinaan dilakukan di depan umum.

Kelompok pembela hak asasi menyerukan Turki menghentikan hukuman untuk tindakan “penghinaan presiden” dan menuding pemerintah hendak membungkam suara-suara kritik. Selama empat tahun belakangan ada peningkatan warga yang dipenjara atas dakwaan menghina presiden.

“Masalahnya adalah sistem peradilan sudah tidak independen lagi di Turki. Mereka tunduk langsung kepada perintah dari istana presiden,” kata Henri Barkey, pengamat dari Dewan Hubungan Luar Negeri untuk Studi Timur Tengah.

Jurnalis Turki Bulent Kenes yang tinggal di pengasingan di luar negeri mengatakan, pemerintahan Turki di bawah Erdogan hampir tidak membedakan kritikan dengan penghinaan.

Kenes divonis hukuman penjara seumur hidup sebanyak tiga kali dan tambahan 15 tahun bui di Turki setelah menulis kolom yang mengkritik Erdogan pada Juli 2016. Dia melarikan dan kini tinggal di Eropa.

“Saya mendapat hukuman penjara sejak 2015 atas tuduhan menghina Erdogan lantaran kritik saya terhadapnya,” ujar Kenes dalam wawancara dengan Al Arabiya.

Menurut Kenes kasus yang disebut penghinaan kepada presiden itu memang tidak mengagetkan karena rezim di Turki saat ini bukanlah beraliran liberal atau demokratis.

“Sungguh sangat tidak normal sampai 3.831 orang dihukum penjara dalam satu tahun di sebuah negara demokratis hanya karena mengkritik presiden,” kata Kenes.

Sebanyak 36.066 orang diusut aparat pada 2019 atas dugaan menghina Erdogan yang terpilih menjadi presiden pada 2014. [pan]

Baca juga:
Pidato Hari Kemerdekaan, Erdogan Sebut Pemimpin Prancis, Yunani Serakah & Tak Becus
Setelah Hagia Sophia, Turki Kembali Akan Ubah Bekas Gereja Jadi Masjid
Buntut Kesepakatan Diplomatik UEA-Israel, Erdogan Ancam Tarik Dubes Dari Abu Dhabi
Suasana Salat Jumat Pekan Kedua di Masjid Hagia Sophia
Majalah Turki Serukan Pendirian Kekhalifahan Islam Setelah Hagia Sophia Jadi Masjid
Turki Disebut Bantu China Pulangkan Pengungsi Uighur ke Negara Asal
Presiden Erdogan Kunjungi Hagia Sophia Setelah Jadi Masjid

Baca Selanjutnya: Jurnalis Turki Bulent Kenes yang…

Halaman

  • 1
  • 2