Sampai 2022 Warga AS Disarankan Tetap Pakai Masker untuk Cegah Penularan Covid-19

Pada Minggu, pakar penyakit menular ternama AS, Dr. Anthony Fauci menyampaikan, “kemungkinan” warga Amerika masih akan perlu memakai masker pada 2022 agar terlindung virus corona, bahkan walaupun kehidupan di AS telah kembali normal akhir tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Fauci saat menjawab pertanyaan dari Dana Bash dalam program “State of the Union” CNN.

“Anda tahu, menurut saya kemungkinan itulah masalahnya, dan lagi, itu sangat tergantung pada apa yang Anda maksud dengan normalitas,” jelasnya, dikutip dari laman CNN, Senin (22/2).

Komentar Fauci disampaikan saat angka kematian Covid-19 AS mendekati angka 500.000 dan hampir setahun ini AS berjuang mengatasi virus corona. Walaupun AS saat ini telah melaksanakan vaksinasi untuk melawan pandemi, Fauci menekankan pentingnya tindakan mitigasi untuk melawan serangan virus dan variannya.

Fauci menyampaikan kepada Bash, walaupun dia tak bisa memprediksi kapan AS akan kembali ke kehidupan normal seperti sebelum pandemi, menurutnya akhir tahun ini “kita akan memiliki tingkat normalitas yang signifikan melewati beban mengerikan yang kita semua lalui selama setahun terakhir.”

“Karena kita akan memasuki musim gugur dan musim dingin, pada akhir tahun, saya sangat setuju dengan (Presiden Joe Biden) bahwa kita akan mendekati tingkat normalitas,” jelas kepala penasihat kedokteran Biden ini.

Pemakaian masker sangat penting untuk memperlambat penyebaran virus, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS. Masker bisa melindungi pemakainya dan orang lain di sekeliling mereka dari penularan virus.

Pemerintahan Biden telah mendorong pemakaian masker lebih agresif dibandingkan pemerintahan Trump. Bulan lalu Presiden Biden menandatangani perintah eksekutif mewajibkan para pendatang antar negara bagian memakai masker dan mewajibkan pemakaian masker di gedung-gedung pemerintahan federal. Biden juga meminta warga Amerika memakai masker pada 100 hari pertama dia menjabat untuk mengurangi penyebaran virus.

Berita terkait: