RIF Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah

Menyusul kesuksesan program tahap pertama, Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) tahap kedua dinilai mampu memperkuat dan mengoordinasikan dukungan nasional untuk pengembangan ekonomi lokal yang inovatif.

Adapun enam wilayah dan inovasi yang telah dipilih untuk program RIF tahap kedua adalah, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Dompu, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program RIF sendiri, merupakan proyek National Support for Local Investment Climates / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), kemitraan antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC).

RIF bertujuan untuk memperkuat dan mengoordinasikan dukungan nasional untuk pengembangan ekonomi lokal yang inovatif. Inovasi tersebut diupayakan dalam bentuk pengembangan proses produksi yang lebih efisien, metode baru untuk pemberian layanan, berbagi sumber daya dengan kabupaten lain untuk meningkatkan efisiensi, atau penggunaan alat dan teknologi untuk membantu mengatasi jarak dan hambatan lainnya.

Head of Cooperation GAC, Pierre-Yves Monnard, menyampaikan selamat dan apresiasi kepada enam wilayah yang berpartisipasi di program RIF tahap kedua.

“Saya mengucapkan selamat atas pencapaian dan kemajuan yang dibuat dalam meningkatkan produktivitas, akses pasar dan kapasitas masyarakat, khususnya memberi manfaat setidaknya 3.274 perempuan penerima manfaat dan 142 kelompok usaha wanita. Program Ini telah membantu memajukan kesetaraan jender dan mempromosikan pemberdayaan perempuan di wilayah-wilayah tersebut,” kata Monnard dalam siaran persnya, Kamis (23/7/2020).

Monnard juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen dan dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap implementasi RIF tahap kedua.

“Kami mencatat bagaimana perkembangan ekonomi lokal dan peningkatan komunitas lokal dalam e-commerce dan digitalisasi telah membantu mereka menjadi tangguh selama pandemi ini. Kami berharap, hasil yang dicapai dan peningkatan kapasitas dapat dipertahankan dan diperluas lebih lanjut setelah program RIF tahap kedua,” tandas Monnard.

Deputi Pembangunan Daerah Kementerian PPN/Bappenas, Ir Rudy Soeprihadi Prawiradinata MCRP PhD, menambahkan, agenda pembangunan nasional yang dinyatakan dalam RPJMN 2020-2024 menekankan pentingnya kebijakan, program, dan kegiatan yang nyata dan terukur untuk mendorong percepatan pembangunan perdesaan dan daerah.

“Pembangunan ekonomi lokal adalah pilar utama kinerja perekonomian nasional. Sejalan dengan tujuan ini, pemerintah daerah dipandang mampu melakukan berbagai inovasi pembangunan ekonomi jika didukung dengan dukungan teknis dan instrumen yang tepat,” kata Rudy.

Berita terkait: