Relawan Covid-19 Minta Tokoh Masyarakat Tidak Boleh Abai Soal 3M

Sudah delapan bulan lamanya, sejak kasus pertama pasien positif virus corona (Covid-19) diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, (2/3/2020) lalu. Pandemi yang melanda Indonesia tentu saja berpengaruh pada segala aspek kehidupan.

Tak hanya sektor kesehatan, sektor ekonomi, pendidikan, dan juga pariwisata turut merasakan dampak yang cukup besar.

Untuk memutus rantai penularan virus, hingga kini Pemerintah masih terus berusaha menghimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan, dan tak abai soal perilaku 3M.

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak diharapkan mampu diterapkan dengan disiplin oleh seluruh lapisan masyarakat. Berikut informasi selengkapnya:

Relawan Covid Himbau Masyarakat

Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 kembali mengingatkan masyarakat Indonesia, terutama bagi para tokoh masyarakat, untuk menjadi panutan dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni Mencuci Tangan Dengan Sabun, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Aman Minimal 1 Meter.

Perilaku 3M itu harus terus diterapkan selama berkegiatan sebagai wujud adaptasi kebiasaan baru di era pandemi COVID-19.

“Agar Indonesia terlindung dan bebas dari COVID-19, diperlukan kolaborasi total dari seluruh lapisan masyarakat untuk saling bahu membahu dengan saling menegur dan menjaga orang terdekat dalam hal penerapan protokol kesehatan. Para tokoh masyarakat memegang peran penting dalam mengajak dan menjaga masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari,” kata Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satgas Penanganan COVID-19, dikutip dari laman covid19.go.id, Jumat (20/11).

Tokoh Masyarakat Disebut Memiliki Peran Penting

Para tokoh masyarakat di setiap daerah, disebut memegang peranan penting untuk mengajak dan menjaga  masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M di aktifitas sehari-hari. Para tokoh masyarakat ini, dikatakan sebagai ujung tombak kedisiplinan serta kepatuhan masyarakat di daerah dalam menerapkan protokol kesehatan.

Relawan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid mengatakan, elemen yang paling penting dalam mewujudkan adaptasi kebiasaan baru ini adalah masyarakat. Bagaimana mereka dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama bagi mereka yang berada di kelompok rentan terdampak.

Pentingnya Kolaborasi Seluruh Pihak

Lebih lanjut, Andre mengatakan jika kedisiplinan di era pandemi adalah sebuah gerakan ‘pre-vaksin’ yang bisa berjalan dengan sukses jika didukung oleh kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak, terutama masyarakat.

“Satgas terutama Bidang Koordinasi Relawan mengingatkan bahwa puluhan bahkan ratusan ribu relawan sudah bekerja mengedukasi, mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perubahan perilaku sebagai satu-satunya jalan menghindari penularan COVID-19. Jangan sampai usaha selama delapan bulan ini, dengan banyak pengorbanan, hilang karena tokoh masyarakat yang abai. Tolong pikirkan nasib masyarakat yang bisa tertular, terutama kelompok rentan.
Dengan adanya kolaborasi dari tokoh masyarakat untuk memberikan contoh penerapan protokol kesehatan, serta ditambah dengan bantuan dari pemangku kebijakan, para pelaku industri serta seluruh anggota masyarakat dapat membantu Pemerintah dalam menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia,” kata Andre.

Berita terkait: