Proyek Ibu Kota Baru Geliatkan Ekonomi Pasca Pandemi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru akan membantu menggeliatkan ekonomi. Pembangunan ibu kota baru tentunya membutuhkan banyak tenaga kerja dan material sehingga akan mendorong pelaku industri bergerak.

“Ini kan membangkitkan backward linkages ke belakang. Industri yang tadinya bergerak di bawah kapasitas bergerak ke kapasitas efektifnya dan mendorong purcashe manager index naik,” kata Menteri Suharso dikutip dari Antara, Rabu (7/4).

Menteri Suharso mengatakan pembangunan IKN merupakan lahan baru bagi para pengusaha untuk meningkatkan kembali produktivitas yang menurun akibat pandemi COVID-19.

Pemerintah optimistis melalui pembangunan IKN yang termasuk pembangunan rumah sakit, universitas, perkantoran hingga lifestyle akan mendorong mobilitas yang besar.

“Ini memberikan stimulan kepada swasta nasional untuk mau membangun dan mendapatkan manfaat dari situ. Sehingga tingkat produktivitas modal naik dan menjadi objek pajak yang baik, berjalan juga dengan seterusnya,” jelasnya.

Dia menyebutkan pembangunan dan pemindahan IKN akan mampu berdampak positif pada berbagai faktor dan sektor-sektor pendorong ekonomi dengan kontribusi antara 1,8 persen sampai 2,2 persen terhadap perekonomian.

Target Rampung Agustus 2024, Pembangunan Ibu Kota Baru Dimulai Tahun Ini

agustus 2024 pembangunan ibu kota baru dimulai tahun ini

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memastikan pembangunan Istana Presiden di Ibu Kota Negara sesuai Master Plan akan mulai dibangun tahun ini. Dengan perhitungan cermat tentang sasaran program vaksinasi dan tercapainya herd immunity, Bappenas optimistis pembangunan Istana Negara dapat dimulai pada tahun ini dan akan rampung pada 2024.

“Kita optimistis, mudah-mudahan Istana Presiden bisa di-groundbreaking pada tahun ini. Tanggal 17 Agustus 2024 itu presiden bisa melaksanakan 17 Agustusan di Ibu Kota Negara baru,” ujar Menteri Suharso ditulis Kamis (1/4).

Suharso mengatakan, untuk pembangunan Istana Negara, Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah menyelaraskan materi Rencana Induk Ibu Kota Negara dan Urban Design Ibu Kota Negara. Ibu Kota baru yang berlokasi di Kalimantan Timur ini diyakini akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kemudian mempercepat pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia, hingga membuka jutaan lapangan kerja dengan tumbuhnya sektor-sektor ekonomi yang bernilai tambah tinggi,” jelas Suharso.

Pembangunan Ibu Kota Negara juga akan menciptakan struktur ekonomi Kalimantan Timur yang kokoh dan setara dengan negara maju, serta mempercepat peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia agar setara dengan negara-negara berpendapatan tinggi.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata menyatakan, desain Istana Negara saat ini memasuki tahap gagasan awal sehingga prosesnya terus bergulir. Saat ini pemerintah gencar melakukan diskusi dengan para ahli di bidang arsitektur dan perencana kota.

“Desain Istana Negara Ibu Kota Negara baru yang berbentuk Garuda tersebut adalah rancangan biro arsitek Nuart yang dimiliki Nyoman Nuarta. Sepertinya desain tersebut merupakan gagasan awal yang dapat diperdalam dan didiskusikan bersama para ahli di bidang arsitektur dan perencana,” ungkap Rudy.

Baca juga:
Kesuksesan Penanganan Pandemi Jadi Syarat Pembangunan Ibu Kota Baru
Kata Jokowi Soal Pradesain Istana Negara Ibu Kota Baru
Jokowi: Desain Istana Negara Burung Garuda di Ibu Kota Baru Masih Tahap Usulan
Target Rampung Agustus 2024, Pembangunan Ibu Kota Baru Dimulai Tahun Ini
Kudeta di Myanmar, Ini Potret Ibu Kota Bentukan Junta Militer Bernama Naypydaw
Kajian Bappenas: Pembangunan Ibu Kota Baru Serap Tenaga Kerja 1,3 Juta Orang
Pembangunan Ibu Kota Baru Berpeluang Dibiayai Lembaga Pengelola Investasi

Berita terkait: