Presiden Tugaskan Satgas Covid-19 Prioritaskan Ubah Perilaku Masyarakat

– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk memprioritaskan perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, melalui program sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif.

Demikian disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo seusai rapat terbatas pengarahan Presiden kepada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara virtual di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7/2020).

“Oleh karenanya, Satgas Penanganan Covid-19 akan meningkatkan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran-peran dari tokoh-tokoh daerah, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan pelibatan antropolog, juga psikolog,” terang Doni Monardo.

Perubahan perilaku masyarakat melalui program sosialisasi dan komunikasi yang lebih efektif, lanjut Doni Monardo, akan diprioritaskan diterapkan di delapan provinsi yang jumlah kasus positifnya cukup tinggi. “Yang diprioritaskan kepada delapan provinsi,” ujar Doni Monardo.

Alasan memprioritaskan perubahan perilaku masyarakat, Doni Monardo menegaskan pemerintah belajar pada pengalaman sejarah di masa lalu. Pada periode Maret 1918 sampai September 1919, terjadi wabah Flu Spanyol di Pulau Jawa.

“Sesuai catatan yang kami terima dari Universitas Michigan, korban jiwa untuk masyarakat kita yang waktu itu di bawah pemerintahan Hindia Belanda sampai empat juta jiwa. Ini suatu peristiwa yang harus kita petik pelajarannya dari kasus tersebut,” terang Doni Monardo.

Saat itu, untuk mencegah terjadinya perluasan penularan Flu Spanyol, Pemerintah Hindia Belanda melakukan terobosan untuk merubah perilaku masyarakat lewat pendekatan budaya, yakni memberikan penjelasan kepada masyarakat melalui budaya wayang.

“Kami coba rumuskan strategi komunikasi dan sosialisasi yang lebih efektif yang arahnya sampai tingkat desa. Sehingga diharapkan tingkat kepatuhan masyarakat akan jadi lebih baik,” tukas Doni Monardo.

Berita terkait: