Penurunan Kondisi Kesehatan Hambat Vaksinasi Covid-19 di Kota Jambi

Vaksinasi Covid-19 tahap pertama untuk tenaga kesehatan di Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi belum bisa dituntaskan. Lambannya vaksinasi di kedua daerah tersebut, disebabkan banyaknya tenaga kesehatan yang mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga kesehatan tidak sesuai target lebih disebabkan tenaga kesehatan yang vaksinasinya terpaksa harus ditunda.

“Tenaga kesehatan di Kota Jambi banyak yang belum divaksinasi karena terkendala tekanan darah yang tinggi saat hendak dilakukan vaksinasi. Kondisi tersebut, membuat proses vaksinasi terhadap tenaga kesehatan di kota ini banyak ditunda,” kata Maulana di Jambi, Minggu (24/1/2021).

BACA JUGA

Kajati dan Kepala RSUD Jambi Batal Divaksinasi

Maulana menjelaskan, jumlah tenaga kesehatan yang sudah divaksinasi di Kota Jambi sejak Jumat (15/1/2021) hingga Sabtu (23/1/2021) mencapai 1.776 orang atau sekitar 24,46 persen dari total 7.258 orang tenaga kesehatan yang terdaftar sebagai penerima vaksin Covid-19.

“Sementara, untuk 5.482 orang atau 75,53 persen tenaga kesehatan lainnya ditargetkan bisa melaksanakan vaksinasi pada awal Februari mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Afifuddin mengatakan, realisasi vaksinasi di daerah itu juga belum mencapai target.

BACA JUGA

Jumlah Terbatas, Vaksinasi Tahap I di Jambi hanya di 2 Daerah

Adapun jumlah tenaga kesehatan yang sudah divaksinasi di daerah itu sejak Jumat (15/1/2021) hingga Sabtu (23/1/2021) baru mencapai 680 orang atau sekitar 38,37 persen dari total 1.772 orang tenaga kesehatan yang terdaftar sebagai penerima vaksin. Sementara, sisanya sekitar 1.092 orang (61,63 persen) ditargetkan bisa selesai divaksinasi awal Februari.

“Kami akan melakukan percepatan vaksinasi tahap pertama terhadap tenaga kesehatan ini dengan memberikan imbauan kepada para tenaga kesehatan yang sudah mendaftar secara online untuk datang ke tempat vaksinasi sesuai pilihan masing-masing. Kami juga mengharapkan para tenaga kesehatan yang terpaksa harus diundur, bisa segera memulihkan kondisi kesehatannya,” tandas Afifuddin.

Berita terkait: