Pengamat: Pilkada 2020 Gagal Hasilkan Pemimpin Berkualitas

– Direktur Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai hasil Pilkada Serentak 2020 gagal menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Alasannya, pemimpin yang dihasilkan banyak dari politik dinasti dan kekerabatan.

“Kualitas hasil Pilkada mengecewakan,” kata Ray dalam diskusi bertema “Tahun 2021: Apakah Republik Semakin Baik?” di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Ia mengakui pelaksanaan Pilkada berjalan baik dan sukses. Hal itu karena tidak ada gangguan dan persoalan yang ekstrem yang mengganggu pelaksanaan Pilkada. Namun dia melihat, hasil Pilkada tidak mencerminkan Pilkada berkualitas.

Dia memberi contoh dari 25 daerah yang mengusung calon tunggal, semuanya meraih kemenangan. Kemudian para petahana masih banyak yang memenangkan Pilkada. Fakta lainnya, anak pejabat, mantan pejabat, pengusaha dan yang memiliki unsur dinasti yang lebih banyak memenangkan Pilkada.

“Praktik ini membuat tidak ada regenerasi dalam kepemimpinan. Pemimpin lahir dari kelompok atau dinasti-dinasti, baik di pusat maupun di daerah,” tutur Ray.

Dia memprediksi praktik seperti itu akan terus terjadi di masa mendatang. Politik dinasti akan mendominasi politik Indonesia ke depan. Hal ini akan merusak alam demokrasi yang mendorong partisipasi terbuka dan membuka kesempatan kepada setiap warga negara.

“Yang menang Pilkada hanya mereka-mereka saja yang memiliki kuasa, modal dan pengaruh. Orang biasa akan sulit bertarung. Ini tidak mencerminkan praktik demokrasi yang rasional,” tutup Ray.

Berita terkait: