Pemerintah Siapkan Solusi Atasi Kendala PJJ

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyadari terdapat banyak kendala dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dimulai dari kesehatan masyarakat, masalah teknis seperti ketersediaan alat, masalah sumber daya manusia seperti kemampuan guru, dan masalah sosial yang berkaitan dengan kemampuan keluarga untuk mendukung PJJ.

Untuk itu, solusinya harus disiapkan secara komprehensif, baik dari segi teknis maupun kebijakan terkait.
Dalam bidang kesehatan, pemerintah terus mengupayakan penerapan standar protokol kesehatan dan juga mempercepat penemuan vaksin.

“Pemerintah sendiri, BUMN maupun pihak swasta, terus berkoordinasi agar kita bisa menemukan dan menerapkan pemberian vaksin sesegera mungkin. Untuk itu kita bekerja sama juga dengan berbagai lembaga internasional dan negara-negara sahabat,” ungkap Airlangga saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi Balitbang Golkar bertajuk “Anak Indonesia: Tantangan dan Hambatan Menciptakan SDM Unggul Paska Pandemi” di Jakarta, Senin (27/7).

Dalam masalah peralatan teknis, Ketua Umum Partai Golkar ini menekankan perlunya ketersediaan dan keterjangkauan DNA yakni d evice (peralatan), network (jaringan), dan aplikasi. Pemerintah terus mengupayakan agar setiap siswa dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia punya peralatan yang memadai dan murah.

Sedangkan dalam hal infrastruktur, Airlangga memastikan bahwa pemerintah ingin memperluas dan menyediakan jaringan internet yang tersebar di seluruh wilayah. Sejalan dengan itu, aplikasi-aplikasi yang digunakan menurutnya harus semakin mudah dan implementatif bagi siswa dan guru Indonesia.

Kunci lain yang tidak bisa diabaikan dalam langkah-langkah itu adalah mitigasi dan pemulihan ekonomi. Pemerintah, kata Airlangga, menangkap masalah-masalah sosial dan ekonomi yang berpengaruh dalam pendidikan. Dampak ekonomi Covid-19 dirasakan menekan tingkat kesejahteraan yang berpengaruh juga terhadap psikologi masyarakat.

“Karenanya pemerintah ingin memastikan roda ekonomi terus berjalan dan pulih sesegera mungkin. Ini penting karena pendidikan tidak bisa dilepaskan dari sistem sosial secara keseluruhan. Ada keluarga yang juga harus sejahtera baik secara material maupun mental emosional,” tambahnya.

Positif
Penjelasan Airlangga mendapat tangapan positif dari para pembicara diskusi. Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Syaifudian mengatakan, DPR siap bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan langkah-langkah komprehensif dalam bidang pendidikan tersebut. Sedangkan Airin Rahmi Diany sebagai ketua Kesatuan Perempua Partai Golkar (KPPG) yang didaulat sebagai pembicara kedua mengatakan bahwa resiliensi keluarga dan perempuan menjadi perhatian KPPG. Ia mengatakan bahwa KPPG terus mengupayakan fasilitasi pemberdayaan perempuan dalam semua aspek.

Pembicara selanjutnya, Prof Eko Indrajit, menekankan perlunya para guru untuk memiliki DNA pendidik sehingga bisa menemukan solusi di setiap kondisi. Ada sisi-sisi positif dari krisis, katanya. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh psikolog Intan Erlita yang didaulat menanggapi masalah-masalah psikologis anak dan keluarga pada masa pandemi. Menurutnya, kemampuan adaptasi manusia sudah teruji di tengah pandemi dan tinggal bagaimana itu diterapkan dan dimunculkan dengan baik dalam masa krisis ini.

Adaptasi yang dikemukakan oleh pembicara di atas menjadi penting karena Komisoner KPAI Margareth Atiyatul Maimunah, menemukan bahwa ada potensi-potensi kekerasan seksual dan cybercrime dalam penggunaan teknologi. Oleh karena itu menurutnya, pengawasan dan dukungan sistem sosial akan menjadi kunci dalam proses adaptasi dan penggunaan teknologi ini.

Sementara itu, Jerry Sambuaga yang menyampaikan pidato pembukaan mengatakan bahwa Balitbang ingin berbicara bukan hanya isu-isu politik level atas, tetapi juga isu yang berkaitan langsung dengan masalah rakyat. “Hambatan pendidikan, ketahanan keluarga dan psikologi anak ini adalah masalah yang dirasakan masyarakat saat ini. Karenanya ini harus menjadi perhatian para pengambil kebijakan dan semua stake holder,” kata Jerry. 

 

Berita terkait: