Pascal Struijk, Pemain Keturunan Indonesia yang Bantu Leeds United Promosi

Di bawah tekanan mempertahankan keunggulan satu gol dalam pertandingan ketiga terakhir yang menentukan promosi, Kamis (16/7/2020), Pelatih Leeds United Marcelo Bielsa memasukkan pemain muda yang belum berpengalaman saat melawan Barnsley, juru kunci divisi Championship yang pantang menyerah.

Pascal Struijk, bek tengah berusia 20 tahun keturunan Indonesia, berhasil membayar kepercayaan Bielsa. Dia masuk di menit ke-61 menggantikan Jack Harrison dan berhasil mengamankan tiga poin untuk Leeds dalam pertandingan yang berakhir 1-0.

Mantan pemain Ajax itu ambil andil dalam perjuangan Leeds meraih promosi ke Premier League setelah degradasi 16 tahun lalu.

Saat diturunkan, pendukung Leeds sempat was-was. Pasalnya, penampilan Struijk Desember lalu kurang meyakinkan. Struijk masuk di menit ke 84 versus Cardiff, dan empat menit kemudian, Cardiff menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Struijk dilewati Lee Tomlin yang pada akhirnya berbuah gol Robert Glatzel. Sejak saat itu, Struijk belum bermain lagi.

Ternyata Bielsa masih mempercayai kemampuan Struijk. Dalam 29 menit bermain sebagai gelandang bertahan, Struijk berhasil merebut bola tiga kali, membuang bola tiga kali, memenangkan duel udara tiga kali, dua umpan panjang yang sukses, satu tekel berhasil, dan sekali menyegat bola.

Struijk memiliki keturunan Indonesia dari kakek dan nenek ayahnya. Dia lahir pada 11 Agustus 1999 di Belgia. Struijk pernah membela Belanda di kejuaraan U-17. Dalam wawancara dengan SportMagazine, Struijk lebih memilih membela timnas Belgia atau Belanda dan belum terpikir membela Indonesia.

Dia mengawali karirnya di ADO Den Haag, lalu pindah ke Ajax pada 2016. Dia membela Leeds sejak Januari 2018.

Berita terkait: