Pascabadai Salju, Spanyol Alami Suhu Minus 25 Derajat Celcius

Orang-orang di Spanyol tengah sedang berjuang saat cuaca beku yang ekstrem setelah badai salju lebat pada akhir pekan, yang menyebabkan kondisi berbahaya. Seperti dilaporkan BBC , Rabu (13/1), para pejabat telah memperingatkan para lansia untuk tinggal di rumah.

Setidaknya tujuh orang meninggal dunia akibat cuaca beku ekstrem, dua korban terakhir adalah tunawisma di Barcelona.

Penurunan suhu hingga -25 Celcius di Molina de Aragón dan Teruel, di pegunungan timur Madrid menjadi malam terdingin di Spanyol setidaknya selama 20 tahun.

Salju tebal yang ditinggalkan oleh Badai Filomena telah berubah menjadi es, mengganggu transportasi. Ada banyak sekali salju dan es di Spanyol, tempat musim dingin biasanya cukup sejuk.

Molina de Aragón, tempat suhu malam terdingin tercatat, berada di 197 km sebelah timur laut Madrid. Kondisi itu sesuai dengan julukannya, “Siberia Spanyol”.

“Kita akan mengalami cuaca ini selama beberapa hari lagi, tapi kita semua akan bersama-sama. Kehidupan sehari-hari itu sulit, Ada begitu banyak salju, akses ke rumah dan jalan tertutup. Beberapa orang lanjut usia jatuh,” kata wanita lokal Yoli Asensio kepada wartawan BBC Guy Hedgecoe.

Selain dua kasus kematian di Barcelona, ​​setidaknya lima orang lainnya diketahui tewas karena kedinginan: dua orang di Madrid, dua orang di Málaga dan satu orang di Zaragoza.

Suhu semalam di Madrid sendiri turun hingga -16 Celcius, dan pada hari Senin (11/1), rumah sakit ibu kota – yang sudah berada di bawah tekanan besar karena Covid-19 – berjuang untuk mengatasi pasien yang tergelincir di es, sehingga mengalami tulang patah.

Berita terkait: