Liverpool Gagal Tutup Musim dengan 100 Poin

Arsenal membatalkan ambisi Liverpool mencetak rekor baru dalam jumlah perolahan poin di akhir musim 2019-2020. The Gunners menjinakkan The Reds dengan skor tipis 2-1 pada laga di Stadion Emirates, London, Kamis (16/7/2020).

Sadio Mane sempat membawa Arsenal unggul terlebih dahulu menit ke-20, tetapi berhasil disamakan oleh Alexandre Lacazette 12 menit berselang. Gol kemenangan pasukan Mikel Arteta dicetak oleh Reiss Nelson hanya satu menit sebelum turun minum. Sepanjang babak kedua, kedua tim gagal menambah gol.

Dengan kekalahan ini, Liverpool dipastikan gagal menutup musim ini dengan 100 poin. Padahal, sejak memastikan gelar juara Liga Utama Inggris, target pasukan Juergen Klopp berikutnya adalah memecahkan rekor 100 poin yang dikumpulkan Manchester City saat menjuarai Liga Utama Inggris pada musim 2017-2018. Seharusnya mereka bisa menutup musim ini dengan 104 poin.

Kini Liverpool baru mengantongi 93 poin. Dengan dua laga sisa maka poin maksimal yang akan dikumpulkan di akhir musim adalah 99. Itu pun bila kedua laga terakhiri itu berhasil dimenangi. Padahal Liverpool masih punya satu lawan berat yaitu Chelsea.

Adapun bagi Arsenal, kemenangan ini bukan hanya menambah poin, tetapi juga menyuntik kepercayaan diri tim. Tiga poin dari laga ini menambah koleksi angka mereka menjadi 53, tetapi tetap berada di posisi kesembilan.

“Dalam hal energi dan kebahagiaan di ruang ganti, kemenangan ini adalah obat yang sangat bagus menjelang laga semifinal Piala FA. Untuk mengalahkan tim seperti Liverpool maka begitu mendapat peluang harus bisa dimanfaatkan, lalu bertahan dengan baik, serta membutuhkan sedikit keberuntungan,” kata Arteta kepada Sky Sports .

Sementara Juergen Klopp menilai kekalahan ini disebabkan oleh menurunnya konsentrasi para pemain. “Setelah unggul 1-0, kami berhenti lebih dulu sebelum waktu istirahat yang sebenarnya. Sebelum kebobolan, kami tampil brilian, melepas 24 tembakan. Itu sulit dipercaya, tetapi momen-momen seperti ini membunuh kami,” kata Klopp.

Ia melanjutkan, “Arsenal sesungguhnya tidak punya peluang yang benar-benar mengancam, kecuali pada detik terakhir. Maka, Anda tidak akan bisa memenangi pertandingan bila kebobolan dengan cara seperti gol-gol Arsenal.”

Berita terkait: