Kempupera Kerahkan 44 Alat Berat Tangani Banjir Luwu

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mengerahkan 44 unit alat berat ke enam kecamatan terdampak untuk menangani banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Penanganan bencana banjir Luwu terus kami lakukan selama masa penetapan tanggap darurat dari 14 Juli-12 Agustus 2020 hingga pascabencana,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Ditjen Sumber Daya Air, Kempupera Adenan Rasyid dalam pernyataan resminya Kamis (23/7/2020).

Selama masa tanggap darurat kata Rasyid, pihaknya menurunkan 44 unit alat berat berupa 12 unit excavator, 3 unit dozer, dan 29 unit dump truk ke Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Malangke Barat, dan Malangke serta Desa Radda yang kondisinya paling parah.

Baca juga:  Jokowi Kirim 10.000 Paket Sembako ke Luwu Utara

Penanganan darurat seperti pembersihan lumpur, pengeringan dan penggunaan 22 unit pompa alkon terus dilakukan. Termasuk memasang tanggul 1.000 karung pasir ( sandbag ) untuk mencegah meluap kembalinya air sungai.

Selain itu, lanjut Adenan, BBWSPJ telah membuka konektivitas Palopo-Masamba, membersihkan jalan dan titik-titik yang tertutup lumpur di Kecamatan Masamba sekaligus menormalisasi sungai dengan pengerukan, memperbaiki alur sungai, dan membangun tanggul sungai untuk penanganan permanen.

“Material lumpur dan kayu yang menutup akses Trans Sulawesi di Poros Palopo-Masamba, sudah kita turunkan excavator dan dump truck dengan progres mencapai 90 persen. Hasilnya sejak Minggu (19/7/2020) ruas jalan sudah bisa dilewati untuk mengakomodasi pergerakan orang dan logistik di Kota Palopo dan sampai Poso,” kata dia.

Untuk mempercepat pengaliran, pihaknya berupaya membuka dan memperdalam jalur drainase seperti di samping Koramil ke Hotel Yuniar. Termasuk membuat dua jalur drainase di samping bandara dan Masjid Agung Syuhada.

Sementara untuk pekerjaan infrastruktur pascabencana Menteri Basuki Hadimuljono telah menginstruksikan untuk mempercepat proses lelang paket pengendalian banjir di lokasi bencana.

Dalam penanganan darurat, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan Ditjen Cipta Karya juga memberikan 15 unit Hidran Umum berkapasitas 2.000 liter, 3 unit MTA, dan 1 unit mobile toilet di posko pengungsi Pettambua.

Berita terkait: