Kekhawatiran Covid-19 Meningkat, Wall Street Terindikasi Melemah

Bursa Amerika Serikat bergerak melemah pada praperdagangan Jumat (20/11/2020). Meningkatnya kasus Covid-19 menimbulkan kekhawatiran akan pemulihan ekonomi yang cepat.

Sentimen kebijakan Kementerian Keuangan yang menghentikan pendanaan untuk program darurat juga menekan pergerakan bursa. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin Kamis kemarin mengatakan berencana membiarkan program pinjaman darurat dari the Federal Reserve kedaluarsa pada 31 Desember, di mana hal ini bakal mengurangi kemampuan bank sentral dalam mendukung sistem keuangan AS.

Dow Jones futures turun 0,22%, S&P 500 futures turun 0,18%, dan Nasdaq futures naik 0,01%.

BACA JUGA

Bursa Eropa Dibuka Menguat, Investor Pantau Perkembangan Stimulus

Kabar baik datang dari perkembangan vaksin. Pfizer dan BioNTech mengatakan mereka mengajukan izin darurat untuk vaksin mereka kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS. Mereka mengatakan vaksin bisa didistribusikan dalam hitungan jam setelah mendapatkan izin dari FDA.

Rata-rata 7 hari penambahan kasus Covid-19 ada di 161.165 kasus, naik 26% dibandingkan pekan sebelumnya. Beberapa negara bagian membatalkan rencana pembukaan kembali aktivitas sehari-hari dan memberlakukan pembatasan untuk mencegah penyebaran.

Gubernur California Gavin Newsom, Kamis kemarin, mengeluarkan perintah tinggal di rumah secara terbatas. Pekerjaan nonesensial dan kerumunan harus dibubarkan antara pukul 10 malam hingga 5 pagi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga meminta warga untuk tidak berpergian saat libur Thanksgiving.

Presiden terpilih Joe Biden mengatakan tidak akan memerintahkan pembatasan berskala nasional menjelang musim liburan karena langkah tersebut kontraproduktif.

Berita terkait: