Kadin Jatim dan BPS Sepakat Kerja Sama Validasi Data Ekonomi

Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik ( BPS ) Jatim untuk validasi data ekonomi untuk meningkatkan kinerja ekonomi Jatim.

BACA JUGA

Pelaku Usaha di Jatim Dukung Kebijakan PPKM

Ketua Umum Kadin Jatim , Adik Dwi Putranto mengatakan, sebagai organisasi para pelaku usaha dan mitra strategis pemerintah Kadin Jatim terus berupaya meningkatkan kinerja ekonomi Jatim. Salah satu hal yang cukup vital dalam upaya merealisasikan seluruh program yang telah dicanangkan adalah ketersediaan data yang valid dan akurat.

“Data ini menjadi penting sebagai landasan dalam menentukan kebijakan. Untuk itu, kami berupaya menjalin kerja sama yang baik, melakukan audiensi dengan Badan Pusat Statistik Jatim demi terwujudnya ekonomi yang baik,” kata Adik usai pertemuan Kadin Jatim dengan BPS Jatim, Rabu (13/1/2021).

BACA JUGA

Kadin Jatim Nilai UU Cipta Kerja Harapan Pemulihan Ekonomi

Lebih lanjut Adik mengungkapkan, bermitra baik dengan BPS menjadi sangat penting karena selama ini Kadin Jatim sering menemukan kesulitan jika membutuhkan beberapa data seputar ekonomi Jatim, misalkan data tentang sektor pertanian, sektor industri, perdagangan hingga soal UMKM.

“Dan ternyata di BPS datanya lengkap. Data terkait stimulus yang paling diharapkan pelaku UMKM saat pandemi pun ada. Ternyata sebagian besar meminta keringanan tagihan listrik,” tegasnya.

BACA JUGA

BPS: Indeks Pembangunan Teknologi Indonesia Meningkat

Selanjutnya data terkait perdagangan antar pulau misalnya, juga sangat dibutuhkan oleh Kadin Jatim. Dari data tersebut, ujar Adik, Kadin akhirnya bisa menentukan daerah mana yang potensial untuk digarap dan komoditas apa yang sangat dibutuhkan dan diminati penduduk di provinsi lain.

“Dari sisi BPS, mereka meminta Kadin Jatim untuk mendorong anggotanya mau mengisi survei industri yang biasa dilakukan BPS secara berkala, karena ternyata selama ini banyak industri yang enggan mengisi blangko survei tersebut. Keengganan itu menurut saya lebih disebabkan karena kurangnya sosialisasi,” tutur Adik.

Berita terkait: