Jangan Tunda Vaksinasi Anak karena Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 adalah momok bagi kita semua. Terutama bagi para orang tua yang semakin proteksi pada anak-anak mereka. Saking proteksinya, beberapa orang tua mengambil sikap untuk tidak melakukan vaksin rutin untuk anak-anak mereka.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi. Vaksin MR menurun 13% antara Januari-Maret 2020, jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Alhasil, ribuan anak berisiko kena penyakit menular yang juga mematikan, seperti campak, gondongan, rubela, dan varisela.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan tak hentinya mengimbau, bahwa risiko anak kena menyakit menular bisa diatasi sejak dini dengan tidak menunda imunisasi.

Demi membantu pemerintah dan IDAI, Ketua Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia (YBSI), dr Meta Melvina, memperkenalkan gerakan #LengkapiVaksinasiAnak agar para ibu di Indonesia aktif dalam memastikan perlindungan optimal melalui vaksinasi yang lengkap, terutama dalam masa pandemi Covid-19 ini.

“Kurangnya kesadaran orang tua dalam memahami manfaat dan pentingnya imunisasi secara lengkap untuk anak menjadi penyebab kurangnya cakupan vaksinasi. Ibu harus memastikan perlindungan optimal bagi anak mereka melalui vaksinasi yang lengkap,” terangnya dalam peluncuran gerakan #LengkapiVaksinasiAnak, Senin (27/7/2020), bersama perusahaan farmasi multinasional, Merck Sharp & Dohme (MSD), didukung aplikasi kesehatan anak, PrimaKu.

Menurut dr Meta, campak, gondongan, rubela, dan varisela, merupakan jenis penyakit yang berdampak serius. Bahkan, berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahunnya karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Untuk itulah, imunisasi lengkap merupakan jaminan bagi kesehatan anak. Namun sayangnya, cakupan imunasi lengkap di Indonesia saat ini masih berada di angka 12%.

“Mengacu pada imbauan dari IDAI dan Kementerian Kesehatan, untuk tidak menunda imunisasi anak, kami menganjurkan para orang tua untuk segera datang ke dokter dan memastikan anak sudah mendapatkan imunisasi lengkap, terutama untuk imunisasi campak, gondongan, rubela, dan varisela.

Kalau belum mendapatkan imunisasi lengkap, sang anak memiliki risiko tinggi dan lebih rentan terhadap berbagai penyakit dari virus yang mudah menular saat mereka bermain dan bersosialisasi dengan keluarga dan banyak anak lainnya,” tuturnya.

Berita terkait: