Jangan Lupakan Vitamin D untuk Daya Tahan Tubuh

Aktivitas masyarakat berangsur kembali di tengah era kenormalan baru atau new normal . Meski demikian, protokol kesehatan harus secara disiplin diterapkan. Tak lupa, menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh merupakan hal yang penting dilakukan. Salah satunya, dengan asupan vitamin.

Sayangnya, masih banyak kalangan masyarakat yang hanya fokus pada vitamin C semata. Padahal, vitamin lainnya juga memegang peranan penting di masa pandemi. Salah satunya, vitamin D yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19, dr Adityo Susilo SpPD-KPTI mengatakan, di tengah kondisi new normal ini, masyarakat dituntut untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan agar terhidar dari risiko penularan Cpvid-19. Terlebih, sudah banyak masyarakat yang kembali beraktivitas. Untuk itu, mereka dituntut untuk selalu sehat sampai vaksin Covid-19 ditemukan.

“Hal yang dapat kita lakukan diantaranya mempehatikan dan menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, cukup istirahat, rajin berjemur dan jika diperlukan konsumsi suplemen penunjang daya tahan tubuh,” ungkap Aditya dalam acara webinar Vitamin D3 Series dengan tema ‘New Normal: Masih Perlu Minum Vitamin?’ di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Medistra, dr Cindiawaty Pudjiadi MARS mengatakan, menjaga daya tahan tubuh di new normal merupakan suatu keharusan bagi semua orang. Salah satunya, dengan rutin berjemur untuk memperoleh vitamin D yang diproduksi di kulit sehingga dapat membantu mencegah penularan infeksi virus Covid-19.

“Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang berperan dalam sejumlah fungsi penting untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Vitamin D yang selama ini dikenal untuk kesehatan tulang ternyata mempunyai banyak manfaat, diantaranya menjaga fungsi saraf dan otot, kardiovaskuler, pernapasan, dan sistem imun tubuh kita,” papar Cindy.

Secara umum, lanjut Cindy, ternyata banyak orang Indonesia yang mengalami kekurangan vitamin D, baik anak, remaja, dewasa, usia lanjut, dan juga ibu hamil. Hasil penelitian antara lain menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dialami oleh 63 persen wanita dewasa, 78,2 persen pada usia lanjut, 61,25 persen ibu hamil, 44 persen pada anak usia 6 bulan-12 tahun.

“Ternyata dari hasil pemeriksaan genetik terungkap banyak orang Indonesia juga berisiko kekurangan vitamin D yang disebabkan karena variasi genetik. Bahkan, dari hasil temuan saya kepada hampir 523 pasien, terdapat 84 persen yang mengalami variasi genetik terhadap vitamin D,” jelasnya.

Pharma Marketing Director PT Kalbe Farma Tbk, Ridwan Ong mengatakan, pihaknya menghadirkan Prove D3 yang merupakan suplemen vitamin D3 dengan bentuk sediaan tetes pertama yang dipasarkan di Indonesia.

“Meskipun berbentuk drops , produk tersebut bisa digunakan untuk anak dan dewasa termasuk usia lanjut. Dikemas dalam botol tetes terstandar sehingga menjamin dosis yang diberikan sama untuk setiap tetesnya. Harapannya produk kami dapat menjadi bagian perjalanan keluarga Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan vitamin D,” tambah Ridwan.

Berita terkait: