Ini Strategi Kemdes PDTT Perkuat Ekonomi Desa

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) Anwar Sanusi, pemerintah telah mempersiapkan tiga strategi utama untuk memperkuat ekonomi desa yang terdampak Covid-19 .

Strategi pertama adalah membantu masyarakat desa dalam memasarkan produk secara daring.

“Langkah ini dilakukan karena produsen di desa kini mengalami kesulitan memasarkan produk,” ungkap Anwar Sanusi ketika menjadi narasumber pada webinar Program Magister Administrasi Publik, Universitas Ngurah Rai, Jumat (24/7/2020)

Ia mencontohkan, salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Panggung Harjo, Yogyakarta, telah berhasil memasarkan produknya melalui pasar daring. Bahkan, omzet BUMDes mencapai lebih dari Rp 100 juta dalam waktu kurang dari satu bulan. Untuk itu, Kemdes mendorong revitalisasi BUMDes di berbagai wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Anwar juga memaparkan mengenai kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa sebagai jaring pengaman sosial bagi warga yang terdampak Covid-19.

“Dampak sosial yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 di desa adalah pengangguran. Maka, perlu jaring pengaman sosial untuk mengurangi goncangan akibat Covid-19,” ujar Anwar.

BLT Dana Desa, lanjutnya, telah disalurkan ke 74.877 desa dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 7,4 juta orang. 

“Di antara mereka, sebanyak 2,5 juta adalah perempuan yang menjadi kepala keluarga,” kata Anwar.

Dirinya juga mengisyaratkan penyaluran BLT Dana Desa akan diberlakukan hingga akhir tahun. Ia pun berharap sisa dana desa setelah dialokasi untuk BLT bisa digunakan untuk memperkuat ketahanan pangan di desa.

Berita terkait: