Harga Minyak Turun karena Kenaikan Kasus Covid-19

Harga minyak mentah dunia melemah pada Kamis pagi (24/9/20200 di jam perdagangan Asia.

Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,81 persen menjadi US$ 41,43 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS melemah 1,13 persen menjadi US$ 39,48 per barel.

Persediaan minyak mentah, bensin dan sulingan AS semuanya turun minggu lalu, menurut data Administrasi Informasi Energi. Persediaan minyak mentah turun 1,6 juta barel, kurang dari perkiraan. Stok bensin turun 4 juta barel, sementara stok distilat berkuang 3,4 juta barel.

BACA JUGA

Harga Minyak Turun karena Sentimen Libia

Di tempat lain, data manufaktur Jerman yang lebih baik dari perkiraan mengangkat beberapa minat risiko pada Rabu.

Di sisi lain, infeksi Covid-19 di sejumlah negara seperti India, Prancis dan Spanyol dan pembatasan baru di Inggris telah meningkatkan kekhawatiran permintaan bahan bakar. Adapun di Amerika Serikat, jumlah korban tewas telah melampaui 200.000.

Minyak ambles karena pandemi menghancurkan permintaan, dengan Brent jatuh di bawah US$ 16, atau level terendah 21 tahun, pada bulan April. Namun rekor pemotongan produksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, OPEC +, telah membantu mengangkat kembali harga.

OPEC menghadapi tantangan baru di mana Libia, anggota OPEC yang dibebaskan dari pemotongan produksi, meningkatkan pasokan.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya di 94,378 menyusul kenaikannya dari level di bawah 93 minggu ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 105,31 per dolar setelah melemah dari level sekitar 105 kemarin. Adapun dolar Australia berada di US$ 0,7067 setelah jatuh dari atas US$ 0,712.

Berita terkait: