Genio Ladyan Jadi Doktor Hukum Tambang Termuda di Indonesia

– Genio Ladyan Finasisca (26) tahun menjadi doktor hukum tambang termuda di Tanah Air. Hal itu diraihnya setelah perempuan asas Padang, Sumatera Barat itu lulus ujian doktoral di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dengan dengan predikat cumlaude pada Sabtu (25/7/2020).

Genio berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaturan dan Pelaksanaan Kewajiban Peningkatan Nilai Tambah Mineral Logam Dalam Mewujudkan Kemakmuran Rakyat di Indonesia”. Disertasi terkait dengan dilai tambah mineral logam itu dipertahankan Denio di hadapan Ketua Sidang Dr Edmon Makarim, para penguji, serta promotor dan kopromotornya, Prof Hikmahanto Juwana dan Dr Tri Hayati.

Dalam disertasinya itu, Genio melakukan analisis terhadap kewajiban peningkatan nilai tambah bagi mineral logam di Indonesia. Di mana, penelitian ini memiliki objektif untuk melakukan analisis terhadap landasan filosofis serta regulasi dari kewajiban peningkatan nilai tambah mineral logam, tataran implementasi dari regulasi peningkatan nilai tambah mineral logam, serta dampak peningkatan nilai tambah mineral logam dalam korelasinya untuk mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Saya melihat bahwa UU Minerba 2020 perlu merefleksi pada UU Minerba 2009 agar kekurangan-kekurangan yang ada tidak terulang. Kebijakan yang diterapkan selanjutnya dapat mewujudkan kemamuran rakyat,” tegas Genio yang akrab disapa Jenny itu.

Genio merupakan doktor ke-269 yang dihasilkan oleh program studi ilmu hukum FHUI dan menjadi doktor pertama yang lulus pada 2020. Menurutnya, tantangan terberat yang dialami dalam mengemban masa studi S3 adalah memanajemen waktu antara penelitian, penulisan disertasi, pekerjaan, dan kewajiban sebagai ibu seorang anak.

Genio menghabiskan massa kecil hingga menamatkan sekolah menengah atas di Padang, Sumatera Barat. Seusai menamatkan bangku SMA pada 2009, penyuka masakan Padang ini meneruskan kuliah di FHUI yang ditamatkannya pada 2013 dan dilanjutkan ke jenjang Magister Kenotariatan di tempat yang sama yang diselesaikan pada 2015.

“Saya melanjutkan jenjang S2 dan terakhir jenjang doktoral sambil menjalankan profesi selaku konsultan hukum,” ujarnya.

Dia juga terlibat dalam berbagai organisasi sejak masih mengenyam pendidikan S1 hingga sekarang ini. Genio juga aktif dalam berbagai kompetisi dan pernah mewakili Universitas Indonesia sebagai ketua delegasi dalam ajang kompetisi berskala internasional, yang diselenggarakan untuk tingkat mahasiswa. Misalnya, ajang The European International Model United Nations (TEIMUN) 2012 yang berlangsung di Denhag, Belanda, pada 10-16 Juli 2012.

Genio melihat bahwa kemenangan mahasiswa UI dalam berbagai kompetisi internasional, di mana dirinya pernah terlibat dan juga menjadi ketua delegasi, merupakan salah satu wujud kontribusi UI dalam mengharumkan nama Indonesia di forum internasional melalui beragam pencapaian.

Genio juga diketahui aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan tercatat pernah menjadi salah satu pengajar pada Yayasan Pemimpin Anak Bangsa. Organisasi ini berbasis kerelawanan yang memiliki misi menyediakan akses pendidikan bebas biaya untuk masyarakat putus sekolah prasejahtera tanpa memandang latar belakang status, profesi, agama, suku, ras, usia, dan golongan. Hingga saat ini Genio masih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk pada Yayasan Bhayangkari.

Berita terkait: