Dishub DKI Akan Tegur Pengemudi Ojol Berkerumun

Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memberikan teguran kepada ojek online ataupun sopir taksi online yang berkerumun saat sedang menunggu orderan atau penumpang khususnya selama diberlakukannya PSBB hingga 28 September 2020 mendatang.

“Kami akan memberikan imbauan khususnya mereka (ojek online ) yang berkerumun lebih dari 5 orang dan harus mengatur jarak 1 motor dengan motor lainnya minimal 2 meter,” ujar Kasudin Perhubungan Jakarta Utara, Harlem Simanjuntak, Kamis (24/9/2020).

Apabila kerumunan ojek online masih tetap ada dan membandel di satu titik yang biasanya mudah ditemui di pusat perbelanjaan mal ataupun perkantoran pihaknya akan memberikan tindakan lebih lanjut.

“Lanjut di sampaikan ke perusahaan aplikasinya untuk di TL (tindak lanjut) mungkin bisa dilakukan dengan geofencing,” tambah Harlem Simanjuntak.

Sementara itu, Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Indonesia, Uun Ainurrofiq mengatakan merujuk pada Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 156 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi, mewajibkan perusahaan aplikasi ojek online menerapkan teknologi geofencing.

BACA JUGA

PSBB Jakarta Diperpanjang sampai 11 Oktober

“Teknologi ini membantu mitra pengemudi menjaga jarak aman serta kesehatan mereka sehingga mereka tetap bisa produktif. Saat mereka bisa produktif, mobilitas masyarakat Jakarta juga akan terbantu. Grab menjadi aplikasi online pertama di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi geofencing selama masa PSBB. Teknologi ini telah diperkenalkan di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Manado, Balikpapan, Samarinda, Mataram, Kupang dan Bali,” ujar Uun Ainurrofiq.

Teknologi geofencing awalnya dimanfaatkan oleh Grab untuk memantau pergerakan mitra pengemudi dan membantu teknis terkait permintaan layanan. Memasuki masa pandemi, Grab mengembangkan teknologi ini untuk memonitor lokasi mitra pengemudi dan memastikan mereka tidak berkerumun dan menjaga jarak aman.

“Mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumun lebih dari 3 orang akan menerima notifikasi pesan melalui aplikasi mereka. Jika mereka terlihat berkerumun lagi setelah mendapat teguran, kami akan membekukan sementara aplikasi mereka selama 14 hari,” ujarUun Ainurrofiq.

“Kami akan terus mengkomunikasikan hal ini secara intensif melalui berbagai kanal informasi kepada mitra pengemudi Grab terkait hal tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan mitra pengemudi menaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah agar kesehatan dan mata pencaharian mereka tetap terjaga,” tambah Uun Ainurrofiq.

Ditambahkan Ainurrofiq, untuk saat ini, Grab masih memonitor secara ketat mitra pengemudi yang berkerumunan di satu tempat yang sama.

BACA JUGA

Tanpa PSBB, Jumlah Kasus Positif di Jakarta Bisa 2.000 Per Hari

“Akan tetapi, setelah seminggu teknologi ini dimaksimalkan sesuai arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam PSBB, para mitra pengemudi kami telah memberikan respons yang positif dan mereka terlihat mematuhi protokol keamanan seperti menjaga jarak aman dan menggunakan masker,” tandasnya.

Corporate Affairs Gojek, Evi ketika dikonfirmasi belum memberikan respons terkait kedisiplinan mitranya dalam menjaga protokol kesehatan khususnya di wilayah DKI Jakarta yang sedang menerapkan PSBB pada 14-28 September 2020.

“Jawabannya masih dicek sama tim, nanti akan disampaikan lebih lanjut,” ujar Evi.

Berita terkait: