Disdik DKI: Tidak Ada Pemaksaan Sekolah Tatap Muka, Tetap Seizin Orang Tua

Kepala Bidang SMP dan SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Momon Sulaeman mengatakan rombongan belajar untuk sekolah tatap muka dengan sistem pembelajaran campuran di DKI Jakarta ditentukan oleh pihak sekolah. Namun, kata Momon, siswa yang sudah ditentukan sekolah harus mendapatkan izin dari orang tua.

“Rombongan belajar atau kelas ditentukan oleh sekolah sedangkan siswa yang datang harus seizin orang tua,” ujar Momon saat dihubungi , Jumat (9/4/2021).

Izin orang sangat menentukan apakah siswa tersebut bisa mengikuti sekolah tatap muka atau tetap mengikuti sekolah secara daring. Pihak sekolah, kata Momon, akan mengatur bahwa dalam seminggu, dilakukan tiga kali sekolah tatap muka, yakni pada Senin untuk Kelas 4 SD, Kelas 7 SMP, Kelas 10 SMA atau SMK.

“Kelas lain dan jenjang lain hari Rabu dan Jumat. Di luar hari itu sekolah tutup untuk dilakukan penyemprotan disinfektan,” tutur dia.

BACA JUGA

Kemdikbud: Uji Coba Sekolah Tatap Muka Bisa Mantapkan Izin Orangtua

Yang hadir di sekolah, kata Momon hanya 50% dari kapasitas ruang kelas. Siswa yang lainnya, kata dia, tetap belajar secara daring dari rumah. Di DKI Jakarta, kata Momon, sudah terdapat sejumlah sekolah menerapkan sistem campuran, di mana dilakukan pembelajaran secara bersamaan antara luring dan online .

“Murid yang tidak hadir belajar secara daring. Beberapa sekolah sudah menerapkan daring dan luring sekaligus dengan guru yang sama. Yang belum, tergantung kesiapan dan fasilitas sekolahnya,” jelas dia.

Lebih lanjut, Momon mengatakan guru dan murid yang datang ke sekolah harus yang sehat. Guru, kata dia, harus sudah divaksin Covid-19. “Kendaraan yang digunakan diimbau kendaraan pribadi atau kendaraan umum dengan menerapkan protokol kesehatan,” tandas dia.

Hingga saat ini, tambah Momon, belum ada insentif khusus untuk para guru yang mengajar pada saat sekolah tatap muka. Kepala sekolah, kata dia, akan mengatur pembagian guru-guru yang memenuhi syarat, untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah

“Kepala sekolah sudah mengatur pembagian tugas guru (untuk mengajar sekolah tatap muka dan untuk mengajar secara online ),” pungkas Momon.

Berita terkait: