Dalam 24 Jam, 4.000 Warga Brasil Meninggal Akibat Covid-19

Brasil telah mencatat lebih dari 4.000 kematian akibat virus corona atau Covid-19 dalam 24 jam, untuk pertama kalinya. Seperti dilaporkan Al Jazeera , Selasa (6/4/2021), lonjakan kasus Covid-19 memicu seruan putus asa untuk tindakan karantina wilayah yang ketat, tetapi Presiden Jair Bolsonaro masih menolak pembatasan.

Pada Selasa (6/4), Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan bahwa 4.195 orang telah meninggal karena virus tersebut. Brasil sekarang telah mencatat lebih dari 366.000 kasus kematian. Menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins, Brasil menempati peringkat nomor dua setelah Amerika Serikat.

BACA JUGA

Untuk Pemakaian Darurat, Brasil Beri Izin Vaksin Covid-19 Janssen

“Kejadian ini adalah reaktor nuklir yang memicu reaksi berantai dan di luar kendali. Itu adalah Fukushima biologis,” kata Dr Miguel Nicolelis, seorang tenaga medis Brasil dan profesor di Duke University, kepada kantor berita Reuters.

Rumah sakit Brasil di seluruh negeri sedang berusaha mencapai batasnya karena tingkat infeksi terus meningkat. Orang-orang muda jatuh sakit dan membutuhkan perawatan medis karena gelombang pandemi ini ditandai dengan jenis virus yang lebih mudah menular.

BACA JUGA

Dua Hari Berturut-turut, Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Mencapai Lebih dari 3.000

Pakar kesehatan masyarakat, dokter, dan bahkan beberapa pemimpin lokal semakin lantang berbicara tentang perlunya melakukan karantina yang ketat untuk mencoba membendung lonjakan tersebut.

“Kami berada dalam situasi yang mengerikan, dan kami tidak melihat langkah-langkah efektif baik oleh pemerintah negara bagian atau federal untuk menanggapinya,” kata ahli epidemiologi Ethel Maciel dari Universitas Federal Espirito Santo kepada kantor berita AFP.

Berita terkait: