Cegah Penularan Covid-19, Penumpang KRL Wajib Pakai Lengan Panjang

– PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menerapkan aturan baru yakni mewajibkan mengenakan pakaian lengan panjang bagi calon penumpang kereta rel listrik (KRL). Sepekan ke depan masih tahap sosialisasi.

Aturan tersebut mengikuti Surat Edaran Kementerian Perhubungan (SE Kemhub) Nomor 14 tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian Dalam Masa Adaptasi Kebiasan Baru untuk Mencegah Penyebaran Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19).

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba menuturkan, sampai saat ini kita melihat sosialisasi ini masih banyak masukan dan kritikan dan disampaikan kementerian sehingga kami memperpanjang sosialisasinya.

“Jadi bila ada penumpang pakaian lengan pendek, petugas akan memberikan edukasi dulu sampai nanti satu minggu ini. Kita evaluasi lagi mengenai kepatuhan mereka menggunakan lengan panjang,” papar Anne, Senin (20/7/2020).

Kata dia, usai masa sosialisasi nantinya ada evaluasi dan bisa saja akan diberlakukan kebijakan peringatan hingga denda. Hal itu merujuk, denda bagi orang yang tidak menggunakan masker. Di dalam KRL juga berlaku ketentuan untuk tidak berbicara atau mengobrol.

“Pakaian lengan panjang ini sama halnya dengan masker. Standar minimum orang bepergian,” katanya.

Berdasarkan, pantauan di lapangan sebagian besar para calon penumpang menggunakan pakaian lengan panjang. Baik itu pakaian kemeja atau jaket, hingga sweater .

Salah satu penumpang Ratih (38) penumpang KRL Bogor bekerja di kawasan Sudirman, Jakarta menuturkan, tidak masalah dengan penggunaan pakaian lengan panjang saat bepergian. Artinya bila semua badan kita tertutup, risiko penularan berkurang.

“Ya pun di rumah atau di kantor menggunakan pakaian pendek. Kan kalo keluar bisa ditutup jaket atau sweater . Itu juga kan untuk proteksi kita,” paparnya.

Pun demikian, tidak sedikit juga para penumpang yang masih mengenakan kaos berlengan pendek atau pakaian atas mengenakan pakaian lengan panjang, tetapi mengenakan pakaian celana pendek.

“Ya saya kena tegur petugas tadi dan maklumkan, saya sendiri baru tahu peraturannya begitu. Ya tidak apa-apa. Setuju-setuju saja. Mungkin sosialisasinya harus lebih masif,” papar Wahyu (40), pekerja di Tanah Abang.

Berita terkait: