Bank-bank Sentral Dunia Kaji Pengembangan Mata Uang Digital

Bank-bank sentral besar seperti the Federal Reserve AS, Bank of England dan European Central Bank, hingga Bank for International Settlements mempertimbangkan rencana mengeluarkan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Dalam laporannya, bank-bank sentral merekomendasikan CBDC sebagai pelengkap -bukan pengganti- uang tunai dan bentuk alat tukar lainnya. Keberadaan CBDC diharapkan membantu stabilitas moneter dan fiskal, bukan mengganggu keseimbangan. Bank-bank sentral itu juga mengatakan CBDC harus aman, murah (kalau bisa tanpa biaya sama sekali), dan “memiliki peran yang sesuai untuk sektor swasta”.

Blockchain, teknologi yang mendasari cryptocurrency seperti bitcoin, dinilai bisa menjadi solusi dalam mengembangkan mata uang digital. Meski demikian, cryptocurrency juga menarik kecurigaan bank-bank sentral karena bisa digunakan untuk aktivitas ilegal seperti pencucian uang.

Di Tiongkok, dompet digital seperti Alipay dan WeChat Pay telah digunakan secara luas, dan bank sentral tiongkok telah menggandeng sektor swasta untuk uji coba mata uang digital. Swedia juga menggandeng perusahaan konsultan Accenture untuk mengembangkan mata uang digital e-krona.

Laporan bank-bank sentral ini belum bisa diartikan sebagai dukungan atas mata uang digital, tetapi lebih kepada mencari tahu apakah mata uang digital bisa digunakan (feasible). Pendukung mata uang digital berargumen bahwa mata uang digital dapat meningkatkan financial inclusion. Namun, ada juga kekhawatiran mata uang digital justru mengecualikan bank-bank komersil.

Berita terkait: