AS Batasi Visa untuk Huawei dan Perusahaan Teknologi Tiongkok Lainnya

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Rabu waktu setempat (15/7/2020) mengatakan AS akan menerapkan pembatasan visa untuk perusahaan teknologi Tiongkok.

“Kementerian Luar Negeri akan menerapkan pembatasan visa untuk karyawan tertentu dari perusahaan teknologi Tiongkok seperti Huawei, yang menyediakan materi untuk rejim yang melanggar hak asasi manusia,” kata Pompeo.

Menlu Pompeo mendeskripsikan Huawei sebagai “perpanjangan tangan Partai Komunis Tiongkok yang menyensor perbedaan politik dan membuat kemah internalisasi di Xinjiang”.

Dia menuduh ada karyawan perusahaan teknologi Tiongkok yang memberikan dukaungan material kepada Partai Komunis Tiongkok yang melanggar hak asasi manusia. Namun, Pompeo tidak menyebut nama.

Kedubes Tiongkok di AS dan Huawei belum mengomentari sanksi AS dan tuduhan Pompeo.

Pompeo juga mengatakan sanksi ini harus dilihat sebagai peringatan untuk perusahaan teknologi lainnya.

“Jika ada yang berbisnis dengan Huawei maka mereka berbisnis dengan pelanggar HAM,” kata dia.

Awal bulan ini, Pompeo menyebut AS berencana melarang aplikasi TikTok dan aplikasi media sosial lainnya dari Tiongkok.

Selasa lalu, Pemerintah Inggris telah memutuskan untuk melarang Huawei terlibat dalam proyek jaringan telekomunikasi 5G, mengubah keputusannya sendiri Januari lalu yang mengizinkan perusahaan teknologi Tiongkok itu ikut dalam proyek infrastruktur internet nirkabel super cepat.

Perubahan kebijakan yang drastis ini, yang dipicu oleh tekanan Amerika Serikat, disambut oleh sejumlah perusahaan teknologi Barat, termasuk Nokia yang mengatakan siap menggantikan peran Huawei di Inggris.