Aplikasi ManyOption Tambahkan Fitur Deteksi Covid-19

Berangkat dari rasa kepedulian untuk turut melakukan pencegahan peningkatan infeksi virus corona ( Covid-19 ) di Indonesia, ManyOption sebagai aplikasi smart living untuk penghuni dan pengelola apartemen , memberikan fasilitas kepada penggunanya untuk bisa mendapatkan layanan deteksi Covid-19 .

Chief Executive Officer (CEO) ManyOption, Arif Susilo mengatakan, ManyOption bekerja sama dengan salah satu penyedia layanan kesehatan di Indonesia untuk memberikan layanan deteksi Covid-19 berupa rapid test , swab test , dan juga suntik vitamin C.

“Tidak hanya penghuni apartemen yang bisa mengakses layanan rapid test Covid-19 kami, tapi masyarakat luas juga bisa memesannya melalui aplikasi ManyOption,” kata Arif Susilo dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

Arif melanjutkan, untuk memesan layanan tersebut sangatlah mudah. Pertama, dengan mengunduh aplikasi ManyOption melalui Google Play Store, kemudian memilih fitur Covid-19 Test. Setelahnya, pengguna dapat memilih layanan berupa rapid test, swab test , maupun suntik vitamin C.

“Berikutnya pengguna tinggal klik informasi dan pemesanan, dan selanjutnya akan langsung dihubungkan ke WhatsApp layanan pemesanan. Informasi ini juga kami sampaikan lengkap di media sosial @manyoption dan situs manyoption,” jelas Arif.

Marketing Communications Manager ManyOption, Riri Anggraheni Eka Rimandasari menjelaskan, sejumlah perbedaan dari layanan tes Covid-19 tersebut.

” Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona . Namun pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Hal inilah yang bisa menyebabkan keakuratan dari rapid test cukup rendah,” jelas Riri.

Untuk pemeriksaan dengan akurasi tinggi, lanjut Riri, dapat menggunakan layanan swab test , yang sering juga disebut tes polymerase chain reaction (PCR).

Sementara, untuk swab test corona , petugas medis akan mengambil sampel apus dari saluran pernapasan, seperti hidung dan tenggorokan. Sampel ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya DNA virus corona .

“Tes PCR menganalisis DNA atau RNA (materi genetik virus) yang terdapat dalam virus. Meski sampel hanya mengandung materi genetik dengan jumlah sedikit, pemeriksaan ini dapat melipatgandakan DNA atau RNA tersebut sehingga akurasinya lebih tinggi,” pungkas Riri.

Berita terkait: