Aparat Gelar

Personel Kodam Jaya, Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta, menggelar kegiatan tracing, testing dan treatment (3T) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 , di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rapid test bersifat imbauan keras.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran, didampingi Kasdam Jaya Brigjen TNI M Shaleh Mustafa, pejabat Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta, menggelar kegiatan 3T dalam rangka menindaklanjuti temuan klaster penyebaran Covid-19 oleh gugus tugas, di Jakarta. Tujuannya, untuk memastikan apakah ada warga yang terpapar virus mematikan itu pasca-kegiatan keagamaan dan akad nikah, di Petamburan, Sabtu (14/11/2020) pekan lalu.

BACA JUGA

Sakit, Rizieq Disambangi Polisi Diminta Tes Covid-19

“Sore ini, kami menindaklanjuti temuan dari gugis tugas yang telah mengumumkan hari Jumat kemarin, bahwa telah terjadi klaster baru penyebaran Covid 19 di DKI Jakarta. Yaitu klaster akad nikah di Petamburan, kedua klaster Tebet, ketiga klaster bandara dan yang keempat klaster Megamendung. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 , kami Polda Metro Jaya, Kodam Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI tentunya yang diwakili oleh Camat akan melakukan kegiatan 3T, testing, tracing dan treatment ,” ujar Fadil, di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020).

Dikatakan Fadil, petugas akan memastikan masyarakat yang terkonfirmasi positif bisa dilakukan tracing kontak erat untuk memutus mata rantai dan juga mereka bisa segera mendapatkan perawatan yang memadai.

“Bagi masyarakat yang rumahnya merasa perlu dilakukan penyemprotan disinfektan kami juga lakukan penyemprotan disinfektan di jalan umum, fasilitas umum dan rumah masyarakat. Terakhir, kegiatan ketiga untuk meringankan beban warga masyarakat maka kami dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya membagikan sembako agar memperingan beban hidup saudara kita yang ada di wilayah Petamburan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua betapa kerumunan itu harus taat pada protokol kesehatan. Saya ulangi, betapa kerumunan itu harus taat kepada protokol kesehatan. Aturannya jelas setiap kegiatan dalam masa PSBB Transisi harus memenuhi syarat dan ketentuan,” ungkapnya.

Fadil menyampaikan, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya juga akan membangun kampung tangguh di wilayah-wilayah yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 , di DKI Jakarta.

“Saat ini kami bersama Pangdam telah memerintahkan jajaran di bawah untuk segera mengumpulkan data, berkoordinasi dengan gugus tugas provinsi dan kotamadya untuk menentukan titik-titik untuk kami intervensi dengan kampung tangguh. Mudah-mudahan ikhtiar ini bisa segera memutus mata rantai, sehingga zonasi DKI yang masih merah bisa segera menjadi oranye dan selanjutnya menjadi kuning karena intervensi yang kita lakukan berbasis komunitas atau berbasis mikro,” katanya.

Fadil menyebutkan, kegiatan 3T di kawasan Petamburan akan digelar selama tiga hari ke depan, sehingga diharapkan semua warga bisa dilakukan tracing dan testing. Setiap hari, disediakan sekitar 1.000 alat tes. “Sedang diolah oleh tim (apakah ada yang reaktif). Nanti akan disampaikan,” ucapnya.

BACA JUGA

Belum Hadir, Polisi Kembali Akan Undang Putri dan Menantu Rizieq

Menurut Fadil, penyemprotan disinfektan juga akan terus berlanjut ke setiap rumah warga tanpa biaya alias gratis. “Saya sudah sampaikan tadi ke ibu RW, ibu Lina Ketua RW 5, kalau ada warganya yang mau disemprot kami akan semprot nggak usah khawatir, gratis nggak pakai bayar. Sampai ke dalam kamar, kamar mandi. Sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Menyoal bagaimana apabila ada penolakan, Fadil menegaskan, warga yang menolak akan rugi sendiri. Sebab aparat melakukan hal ini demi kemanusiaan, tidak ada tujuan lain.

“Emang ada yang nolak. Ya jangan bilang kalau ada, ini ada nggak yang nolak? Ya kalau menolak saya kira rugi sendiri, wong kita untuk kemanusiaan. Tujuan kami ini adalah tujuan kemanusiaan ya, untuk menyelamatkan warga, tidak ada tujuan lain. Jadi kita melakukan 3T ini, kemudian penyemprotan disinfektan dan pembagian sembako ini murni kemanusiaan. Jadi kalau ada yang menolak ya, saya kira masyarakat bisa tahu sendiri mana yang benar, mana yang salah,” terangnya.

Fadil menuturkan, rapid test yang dilakukan bersifat imbauan keras. Apabila ada yang tidak mau dibujuk dan diberitahu manfaatnya.

“Imbauan keras. Dibujuk (kalau ada yang menolak), jangan diancam-ancam orang, sedikit-sedikit diancam. Orang mau sehat jangan diancam-ancam. Ya dikasih tahu, jangan ditakut-takuti masyarakat ini, dikasih tahu manfaatnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kasdam Jaya Brigjen TNI M Shaleh Mustafa mengatakan, kegiatan 3T harus dilakukan dampak dari terjadinya kerumunan.

“Jadi itu memang sudah keharusan dari pemerintah dalam hal ini yang sudah diinisiasi oleh Polda Metro dan Kodam Jaya. Sehingga nanti diharapkan masyarakat punya kesadaran. Memang tingkat kesadaran masyarakat untuk tracing ini masih rendah karena ada ketakutan dari swab atau jenis rapid yang digunakan. Jadi apa yang disampaikan oleh bapak Kapolda tadi, mari sama-sama kita dukung, langkah pemerintah untuk melaksanakan tiga T ini,” katanya.

BACA JUGA

Lurah Petamburan, Titik Awal Tracing Kerumunan Rizieq

Berita terkait: