Ananda Sukarlan Bangga dengan Piano Karya Anak Bangsa

Pianis dan komposer ternama Indonesia Ananda Sukarlan tampil memukau tamu undangan yang hadir dalam grand opening  Hotel Tentrem Semarang, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2020). Yang menarik dalam resital solo di Ballroom Hotel Tentrem itu, Ananda membawakan lagu Indonesia Pusaka karya Ismail Marjuki, dengan Concert Grand Piano SR1928 The Awakening.

Piano karya anak negeri dengan panjang 2,75 meter itu diproduksi oleh PT Saniharto Enggalhardjo, Demak, Jawa Tengah.

Ananda Sukarlan mengaku bangga karena ikut memperkenalkan piano konser buatan dalam negeri yang kualitasnya sangat baik.

“Sangat bangga, karena kualitasnya sangat excellent ,” ujar Ananda, yang juga menjadi brand ambassador piano konser produk Saniharto tersebut.

Pembuatan piano itu merupakan hasil kerjasama dengan arsitek Raul Renanda dan musisi Aksan Sjuman. Untuk harga, piano tersebut dibanderol dengan harga sekitar Rp 2,5 miliar.

Menurut International Sales & Operation Saniharto, Merysia Enggalhardjo MS, selama ini belum ada perusahaan furniture manufacturing yang membuat piano.

“Ini bukan hanya piano biasa melainkan concert grand piano ,” ujar Merysia.

Pembuatan piano yang dilakukan sekitar dua tahun lalu bermodal nekat karena selama ini PT Saniharto adalah spesialis furniture, pintu, kusen, panel dinding kayu, dan lainnya.

Merysia menyatakan, semua sistem komponen yang berhubungan dengan suara dalam proses pembuatan piano Sjuman+Renanda piano SR1928 The Awakening menggunakan komponen piano yang terbaik di dunia.

Hal ini karena hampir semua merek piano terbaik menggunakan sistem dan kayu produksi suara ( soundboard ) yang sama atau setara.

“Pertimbangannya kualitas dan dukungan parts terbaik serta efek suara secara kualitas dan karakter yang sudah terbiasa digunakan para pianis profesional,” ujarnya.

Komponen sistem piano, lanjut ia, sangat banyak, namun ada beberapa dibanggakan antara lain, sistem mekanik pemukul senar menggunakan epoxy carbon fiber yang merupakan teknologi baru dalam sistem mekanik sebuah grand piano .

Senar menggunakan teknologi nickel plated finish yang tahan korosi dan memberikan efek warna ‘silver’ serta kayu jenis spruce yang merupakan kayu terbaik untuk dapat menghasilkan resonansi suara yang digunakan ratusan tahun di Eropa untuk alat musik seperti cello dan biola.

“Semua komponen ini seperti bahan masakan dan bumbu terbaik, tentunya tidak ada artinya tanpa koki yang mumpuni yakni Aksan Sjuman, yang selama ini dikenal sebagai pemusik dan pembuat alat musik,” jelas Merysia.

Aksan Sjuman menyatukan komponen sistem piano terbaik di dunia dan menjadikan karakter khusus piano ini dengan kualitas sejajar dengan produk terbaik lainnya.

Saniharto mampu menjadikan konsep desain dari Raul Renanda dan mewujudkannya dengan menggunakan elemen kayu Indonesia seperti macassar ebony veneer yang memiliki keindahan, kekuatan dan kestabilan terbaik mengingat grand piano ini akan dipasarkan untuk market kelas mewah di manca negara.

Saniharto didirikan 4 bersaudara Santoso, Yani, Harsono, Winarto Enggalhardjo. Nama Saniharto adalah akronim nama mereka. Produknya diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Canada Uni Arab Emirate, Saudi Arabia, Macau Tiongkok, dan Sri Lanka.

Berita terkait: