Anak Tukang Pemecah Batu Lulus Jadi Polisi, Menangis Sesenggukan di Depan Komandan

Semua punya kesempatan yang sama untuk meraih asa. Menjadi anggota Kepolisian RI adalah salah satunya. Semua putra daerah bisa turut andil untuk mengabdi.

Seperti kisah Bripda Asrul yang berasal dari Sulawesi Selatan. Dia taak pernah menyangka, kini menjadi seorang polisi .

Asrul bukan berasal dari keluarga yang kaya raya, sang ayah diketahui berprofesi sebagai tukang pemecah batu untuk menyambung hidup. Momen pertemuan Bripda Asrul dengan ayah di depan sang komandan pun berlangsung haru.

Berikut ulasannya:

Cium Kaki Ayah

Kepala SPN Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Fajaruddin sedang memimpin sebuah pertemuan orang tua dengan para putranya yang kini berprofesi sebagai polisi. Di tengah-tengah acara, ia berbincang dengan salah satu ayah dari deretan anggota yang berhasil lolos menjadi polisi.

Ia lantas memanggil Bripda Asrul untuk menemuinya di depan. Di tengah kerumunan, Bripda Asrul langsung bergerak cepat menuju ke hadapan Kombes Fajaruddin.

anak tukang pemecah batu lulus jadi polisi

Instagram/@spnpoldasulsel ©2021

“Nah, ini Asrul. Sini, Srul,” ujarnya.

Menangis Depan Komandan

Tak berselang lama, Bripda Asrul lantas mencium kaki sang ayah yang tengah berdiri tepat di samping komandan. Ia terlihat berurai air mata meski di hadapan sang komandan.

Momen haru ini membuat keduanya menjadi pusat perhatian di tengah keramaian. Kombes Fajaruddin lantas melontarkan pertanyaan kepada Bripda Asrul.

anak tukang pemecah batu lulus jadi polisi

Instagram/@spnpoldasulsel ©2021

“Bagaimana perasaan kamu?” tanyanya,

“Senang, komandan,” jawabnya.

Bangga Bisa Mengangkat Derajat Orangtua

Sembari mengusap air mata yang terus menetes, Bripda Asrul mengungkapkan pernyataan haru bahwa dirinya kini tengah berbahagia. Ia bisa mengangkat derajat kedua orangtua dengan berbekal kemampuannya sendiri hingga menjadi seorang anggota polisi di Tanah Air.

anak tukang pemecah batu lulus jadi polisi

Instagram/@spnpoldasulsel ©2021

“Mengapa senang?” tanyanya.

“Bisa mengangkat derajat orangtua, komandan,” terangnya.

“Jadi kamu bahagia ya bisa mengangkat derajat orang tua, ya,” ulang sang komandan.

Ungkapan Haru Ayah Bripda Asrul

Rasa bangga serta bahagia juga memenuhi hati sang ayah Bripda Asrul. Mengenakan batik berwarna merah, sang ayah mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas kesempatan yang diberikan kepada putranya.

anak tukang pemecah batu lulus jadi polisi

Instagram/@spnpoldasulsel ©2021

“Saya bangga anak saya menjadi polisi, saya bangga anak saya bisa mengangkat derajat saya. Selama ini siapa bilang polisi itu bayar, tidak. Terbukti saya tidak bayar. Terima kasih, bapak,” ucap sang ayah.

Berita terkait: