Airlangga: Anggaran PC-PEN 2021 Diproyeksi Naik Lagi Jadi Rp 699,01 T

Kebutuhan anggaran untuk program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) pada 2021 kembali meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, proyeksi alokasi anggaran untuk program PC-PEN pada 2021 sebesar Rp 699,01 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan estimasi terakhir sebesar Rp Rp 688,33 triliun, dan jauh lebih besar dibandingkan dengan realisasi anggaran PC-PEN tahun 2020 sebesar Rp 579,78 triliun atau 83,39% dari pagu Rp 695,2 triliun.

BACA JUGA

Sri Mulyani Utak Atik Anggaran untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

“Alokasi ini menunjukkan bahwa pemerintah terus melihat di tahun 2021 pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi berjalan beriringan, dan pemerintah mendorong perlindungan sosial sebagai jaring pengaman masyarakat. Di samping itu, pemerintah juga meningkatkan biaya kesehatan, yang anggarannya meningkat hampir 300%,” kata Airlangga Hartarto dalam acara “The International Conference on Covid-19 Pandemic, Tackling The Covid-19 Pandemic : Health, Economics, Diplomacy and Social Perspectives,” yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), Selasa (23/2/2021).

Dari keseluruhan anggaran PC-PEN tersebut, Airlangga merinci sebanyak Rp 176,30 triliun dialokasikan untuk sektor kesehatan, terdiri dari pengadaan dan operasional vaksinasi Covid-19, sarana dan prasarana serta alat kesehatan, biaya klaim perawatan, insentif tenaga kesehatan dan santunan kematian, hingga bantuan iuran BPJS Kesehatan, earmark transfer daerah dan dana desa (TKDD) untuk kesehatan, dan insentif perpajakan kesehatan.

Untuk perlindungan sosial dialokasikan Rp 157,41 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Dana Desa, Bansos Tunai, Subsidi Kuota Pembelajaran Jarak Jauh, hingga diskon listrik.

BACA JUGA

Fleksibilitas Anggaran Jadi Game Changer Pertumbuhan Ekonomi

Selanjutnya Rp 121,04 triliun untuk program prioritas yang meliputi dukungan pariwisata, ketahanan pangan atau food estate, pengembangan ICT, pinjaman ke daerah dan subsidi pinjaman daerah, padat karya K/L, kawasan industri, dan lainnya.

Untuk dukungan UMKM dan pembiayaan koperasi Rp 190,31 triliun, terdiri dari subsidi bunga KUR dan non-KUR, penjaminan loss limit UMKM dan korporasi, UP UMKM dan korporasi, pembiayaan PEN lainnya, penempatan dana, dan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN yang menjalankan penugasan.

Sisanya Rp 53,86 triliun untuk insentif usaha, terdiri dari pajak penghasilan (PPh) 21 ditanggung pemerintah (DTP), pembebasan PPh 22 impor, pengembalian pendahuluan pajak pertambahan nilai (PPN), PPh final DTP UMKM, pengurangan angsuran PPh pasal 25, penurunan tarif PPh badan, PPN tidak dipungut Kawasan Berikat (KB)/Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan insentif bea masuk.

Berita terkait: