20 Nakes Terpapar Covid-19, Nias Membutuhkan Alat Pelindung Diri

Kepulauan Nias yang meliputi Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan dan Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara (Sumut), kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk digunakan tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19.

Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengatakan, Kamis (17/9/2020), kekurangan alat APD ini dikhawatirkan akan menambah daftar baru tenaga medis yang terancam terpapar virus corona . Potensi penularan ini besar terjadi karena kebutuhkan APD itu belum terpenuhi.

“Saat ini, lebih dari 20 orang tenaga kesehatan kita yang sudah terpapar virus corona . Mereka tertular saat menangani pasien positif. Resiko penularan bakal lebih besar jika semua ini tidak ditangani dengan cepat,” ujar Sokhiatulo.

BACA JUGA

Warga Hendak ke Kepulauan Nias Wajib Tunjukan Hasil Swab Negatif Covid-19

Selain APD, Sokhiatulo menyebutkan, pihaknya juga mengalami kendala dalam melakukan tes swab di tengah masyarakat. Pasalnya, alat untuk melakukan tes swab itu juga masih kurang. Nias juga membutuhkan adanya laboratorium pemeriksaan Covid-19.

“Selama ini, sampel dari pemeriksaan itu dikirimkan ke Medan. Sehingga, untuk mengetahui hasil dari laboratorium, membutuhkan waktu yang panjang. Sementara penanganan mengansipasi penyebaran virus corona harus cepat,” katanya.

Begitu juga dengan areal pemakaman khusus pasien Covid-19 yang meninggal dunia, pemerintah akan mencari lokasi yang tepat dan jauh dari pemukiman masyarakat. “Kita sediakan lahan untuk mengantisipasi penolakan warga atas pemakaman itu,” sebutnya.