Published On: Rab, Agu 8th, 2018

Pertaruhan Gengsi Sang Pendekar Indonesia di Asian Games 2018

Share This
Tags
(foto:Ist)

(foto:Ist)

JAKARTA,IJN.CO.ID  – Babak baru pencak silat telah lahir ketika Dewan Olimpiade Asia (OCA) menyetujui seni beladiri warisan leluhur bangsa Indonesia itu menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018.

Bangga. Namun, kebanggaan itu wajib dijawab Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dengan meraih prestasi demi pertaruhan gengsi para pendekar Indonesia. Minimal dua medali emas bisa dipenuhi seperti harapan Presiden Joko Widodo yang mengunjungi Pelatnas Pencak Silat Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pekan lalu.

Kini, sebanyak 22 pendekar telah dipersiapkan untuk menjaga gengsi untuk memperebutan 16 medali emas pada pesta olahraga empat tahunan negara-negara Asia tersebut.

“Kami akan berusaha menjawab tantangan dua medali emas yang diinginkan Presiden Joko Widodo. Kalau bisa lebih dari dua emas akan kami sumbangkan demi kejayaan Kontingen Indonesia,” kata pelatih Tim Pencak Silat Indonesia, Abas Akbar saat menerima kunjungan trio anggota Indonesian Olympian Association (IOA), Hadi Wihardja (angkat besi), Akbar Nasution (renang), dan Yudi (judo) di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Memang tidak mudah menjawab tantangan tersebut mengingat peta kekuatan pencak silat sudah merata di kawasan Asia. Tetapi, kata Abas Akbar, PB IPSI telah mengantisipasi dengan membuat program pelatnas menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi di Asian Games 2018.

“Program pelatnas Asian Games 2018 pasti berbeda dengan pelatnas SEA Games Malaysia 2017. Pasti lebih berat dan lebih fokus karena lawan yang dihadapi juga cukup berat. Yang jelas, sebagai tuan rumah, kita akan tampil beda,” jelas Abas Akbar.

Dalam mematangkan pesilat Indonesia, kata Abas Akbar yang meraih emas SEA Games 93, 95, 97, 99 dan 2001, Tim Pencak Silat Indonesia telah melakukan serangkaian uji coba keluar negeri. Yakni, pada kejuaraan di Vietnam, Thailand, dan terakhir pada Belgia Open Mei 2018.

“Di Belgia Open 2018, kita sukses meraih 7 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Ini bisa dijadikan modal bagi para pesilat untuk menghadapi persaingan nanti,” jelasnya.

Ditanya mengenai kondisi fisik pesilat, Abas menjawab, “Jangan khawatir. Tim dokter sudah memastikan kondisi fisik mereka sangat fit dan siap tempur.”

Dalam kunjungan itu, trio Olimpian yang diutus Ketua Umum IOA, Yayuk Basuki memberikan motivasi bagi seluruh pesilat untuk meraih prestasi puncak.

“Seluruh pesilat harus menjadikan PAKSA sebagai pegangan saat tampil. PAKSI itu Prayer (berdoa), Attitude (kepribadian), Knowledge (Pengetahuan), Skill (Keahlian), and Action (Aksi),” kata Hadi Wihardja.

Skuat Tim Pencak Silat Indonesia : 

Manajer : Edhy Prabowo

Pelatih : Rony Syaifullah, Lesmana, Tulus Priyadi, Edy Suhartono, Abas Akbar, Ferry Hendarsin, dan Eko Wayudi.

Pesilat Putra :

Tanding :
1. Abdul Malik  B (50-55kg)
2. Hanifan Yudani Kusumah C (55-60kg)
3. Iqbal Chandra Pratama D (60-65kg)
4. Komang Harik  Adi Putra E (65-70kg)
5. Amri Rusdiana F (70-75kg)
6. Eko Febrianto G (70-75kg)
7. Aji Bangkit Pamungkas H (75-80kg)

Seni :
1. Sugianto (Tunggal)
2. Yola Primadona Jampil (Ganda)
3. Hendy (Ganda)
4. Nunu Nuraha (Regu)
5. Asep Yuldan Sani (Regu)
6. Anggi Faisal Mubarok (Regu)

Pesilat Putri

Tanding :
1. Wewey Wita B (50-55kg)
2. Sarah Tina Monita C (60-65kg)
3. Pipiet Kamelia D (65-70kg)

Seni :
1. Puspa Arumsari (Tunggal)
2. Ayu Sidan Wilantari (Ganda)
3. Ni Made Dewiyanti (Ganda)
4. Gina Tri Lestari (Regu)
5. Pramudita Yuristya (Regu)
6. Lutfi Nurhasanah (Regu)

(*/jef)