Published On: Kam, Nov 23rd, 2017

Tentara Korea Utara ‘Dihujani Peluru’ Membelot ke Korea Selatan

Share This
Tags
Petugas pengawas perbatasan Korea Utara melepaskan tembakan ke arah tentara yang membelot di Zona Demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan.(foto:Ist)

Petugas pengawas perbatasan Korea Utara melepaskan tembakan ke arah tentara yang membelot di Zona Demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan.(foto:Ist)

SEOUL,IJN.CO.ID – Komando PBB pimpinan Amerika Serikat di Korea Selatan mengatakan Korea Utara telah melanggar perjanjian gencatan senjata ketika beberapa personel militernya mengejar seorang tentara negara itu yang membelot ke Korea Selatan.

Pernyataan ini dikeluarkan pada Rabu (22/11) setelah Komando PBB mengeluarkan rekaman dari kamera pengawas yang menunjukkan insiden dramatis pada tanggal 13 November lalu.

Sang tentara yang membelot terlihat mengemudikan kendaraan ke arah perbatasan kedua negara, melewati pos yang tampaknya merupakan pos pemeriksaaan dan turun dari kendaraan.

Setelah turun ia berlari masuk ke wilayah Korea Selatan melewati garis demarkasi militer.

Dari jarak beberapa langkah saja, empat pengawas perbatasan Korea Utara memberondong tembakan ke arah tentara itu dan terus melakukan pengejaran.

Bahkan salah seorang di antara mereka melintasi garis perbatasan di Desa Panmunjom dan sempat masuk beberapa meter ke wilayah Korea Selatan sebelum kembali ke wilayah Korea Utara.

Seandainya kendaraan yang dikemudikan tentara itu tidak mogok, ia mungkin bisa saja melaju ke wilayah Korea Selatan dengan kendaraan tersebut. Malangnya, salah satu ban kendaraannya dilaporkan lepas.

Dibawa ke Rumah Sakit Seoul

Tentara Korea Utara yang membelot mengalami luka parah setelah terkena setidaknya lima tembakan yang diberondongkan oleh para petugas perbatasan negaranya sendiri.

Ia nyaris ditangkap oleh mereka dalam upaya yang penuh keberanian untuk membelot ke negara tetangga yang secara teknis masih berperang tersebut.

Ketika berlari melewati jalan ia sempat terjatuh di dalam wilayah Korea Selatan. Tak lama kemudian, tiga tentara Korea Selatan merangkak ke arah tentara Korea Utara yang membelot tersebut dan menarik tubuhnya ke tempat yang aman.

Karena mengalami luka kritis, ia lantas diterbangkan dengan helikopter militer Amerika Serikat ke rumah sakit di Suwon, sekitar 34 km ke arah selatan dari Seoul.

Komando PBB, yang mengawasi pasukan internasional untuk memberikan dukungan kepada Korea Selatan, mengatakan rekaman video dari kamera pengawas itu menunjukkan pelanggaran terang-terangan dari perjanjian gencatan senjata yang diteken setelah Perang Korea.

Dalam kasus ini, pelanggarannya berupa penembakan dari wilayah Korea Utara ke wilayah Korea Selatan dan fakta bahwa penjaga perbatasan Korea Utara melintasi garis demarkasi.

Di sini lain, peristiwa tersebut memberikan pengetahuan yang dalam tentang apa yang terjadi dalam proses pembelotan dan bagaimana kedua belah pihak mengatasi kejadian itu.

Tentara Korut yang membelot tersebut sampai sekarang masih mendapatkan perawatan intensif dan menurut seorang dokter bedah yang merawatnya, ia sekarang dalam keadaan sadarkan diri.Demikian dilaporkan BBCNews. (IJN)