Webinar Menuju Medan Berkah, Bobby Nasution Tawarkan Solusi Kebangkitan UMKM

Produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dinilai bisa membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Banyak solusi yang bisa dilakukan untuk menghindari keterpurukan usaha mikro tersebut. Bahkan, usaha mikro ini dapat dikembangkan, dan menjadi salah satu penopang kebangkitan perekonomian, asal didukung pemerintah daerah.

Strategi dalam membangkitkan UMKM di tengah masyarakat ini, akan dibahas dalam webinar interaktif bersama para tokoh masyarakat dan tokoh muda di Kota Medan, Kamis (24/9/2020). Dalam webinar dengan mengusung thema “Menuju Medan Berkah” ini, menghadirkan Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bobby Nasution.

Webinar ini juga diikuti oleh mantan Sekda Pemprov Sumut mewakili tokoh masyarakat, RE Nainggolan, yang akan mengangkat masalah penataan pemerintah menuju Medan yang berkah, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara (LLDIKTI Sumut), Dian Armanto, yang membahas tentang keberkahan pada perguruan tinggi swasta (PTS).

BACA JUGA

Bobby Nasution Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Pelajar di Medan

RE Nainggolan melalui siaran persnya yang diterima , Rabu (23/9/2020), menyampaikan bahwa Kota Medan yang heterogen terdiri dari berbagai suku maupun agama, membutuhkan pemimpin yang berjiwa nasionalis, Pancasilais, dan bisa merawat Bhineka Tunggal Ika, merawat kemajemukan menjadi kekuatan besar.

“Kota Medan juga membutuhkan pemimpin yang anti suap, takut akan Tuhan, dan membutuhkan pemimpin yang tidak melihat latar belakang suku, agama, ras maupun antargolongan dalam melakukan pembangunan. Dengan memenuhi segala kriteria tersebut, kita optimistis penataan pemerintah menuju Medan membawa berkah untuk ke depannya,” ujar RE Nainggolan.

Oleh karena itu, sambung mantan bupati Tapanuli Utara ini, penataan pemerintah menuju Medan yang berkah itu, harus diawali dari ketulusan hati seorang kepala daerahnya. Soalnya, masyarakat di Kota Medan sangat heterogen, terdiri dari berbagai suku maupun agama. Sehingga, peranan kepala daerah sangat dibutuhkan merawat kemajemukan, termasuk di dalam pemerintahan, dengan mengenyampingkan kepentingan tertentu.

Disebutkan, jumlah penduduk di Medan ini sekitar 2.279.894 jiwa. Masyarakat yang ada di ibukota Sumut ini sangat heterogen, karena terdiri dari suku Batak Toba, Melayu, Mandailing, Karo, Jawa, Tionghoa, Minang, Aceh, Tamil dan lainnya. Berdasarkan jumlah penduduk tersebut, sebanyak 64,53 persen beragama Islam, Kristen 26,10 persen, Protestan 20,99 persen, Katolik 5,11 persen, Buddha 8,28 persen, Hindu 1,04 persen dan Konghucu 0,06 persen,” jelasnya.

BACA JUGA

Pilkada Medan, Organisasi Gereja Nyatakan Dukung Bobby Nasution-Aulia Rahman

Dalam acara webinar itu, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bobby Nasution akan memotivasi masyarakat dan pelaku UMKM. Dalam meningkatkan masyarakat dengan membangun produk UMKM di setiap kecamatan Kota Medan, harus didukung oleh pemerintah kota. Termasuk meningkatkan UMKM Kota Medan Yang Bersinergi Dengan Perguruan Tinggi.

“Untuk ke depannya, upaya mendorong setiap kecamatan untuk memiliki produk UMKM oleh pemerintah bisa dikolaborasikan. Pemerintah harus hadir sebagai orangtua dari pelaku UMKM, yang harus terlibat mempromosikan setiap produk, baik itu ke provinsi lain hingga ke berbagai manca negara. Produk UMKM di Medan juga berkualitas dan tidak kalah bersaing, sehingga perlu didorong pemerintah supaya semakin berkembang,” sebutnya.

Bobby juga akan memberikan motivasi agar masyarakat maupun mahasiswa ikut menjadi pelaku UMKM. Dari rumah, mungkin ada yang bisa dihasilkan kaum ibu dan mahasiswa. Jika itu bermutu dan bermanfaat, maka Bobby Nasution siap menyediakan pasarnya.

“UMKM itu salah satu masalahnya adalah market, atau pasar untuk membeli produk mereka. Nah kami jamin Pemko Medan akan jadi market pertama. Produk UMKM asli Medan akan kami wajibkan dipakai ASN hingga seluruh pejabat,” jelasnya.

Berita terkait: