Wapres Sebut Pemerintah Sedang Godok Skema Subsidi Sektor Properti

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan pemerintah sedang menyiapkan skema subsidi di sektor properti untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akibat dampak pandemi Covid-19.

Wapres mengatakan, pandemi Covid-19 membuat 70% MBR dan 30% masyarakat berpenghasilan tinggi mengalami penurunan pendapatan. Akibatnya, terjadi penurunan daya beli masyarakat. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema subsidi untuk meningkatkan percepatan pembangunan perumahan. “Saat ini pemerintah sedang mengkaji lebih lanjut skema subsidi dan intervensi pemerintah yang lebih tepat,” kata Wapres, dalam keterangannya, Minggu (22/11/2020).

Dijelaskannya, skema subsidi properti kemungkinan penggunaan sisa anggaran skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) tahun anggaran 2020. Lalu penggunaan tanah-tanah negara untuk pembangunan perumahan, pemanfaatan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan integrasinya dengan skema-skema pembiayaan perumahan lainnya. Selain itu, reformasi perumahan nasional.

BACA JUGA

Pandemi Sebabkan Sektor Properti Turun Tajam Hingga 90%

Untuk mendukung penyediaan rumah bagi MBR, pemerintah sejak tahun 2015 telah menyediakan berbagai skema bantuan pembiayaan perumahan yaitu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), skema SSB, skema SBUM, dan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang baru dilaksanakan 2019.

Selain keempat skema tersebut, ada alokasi belanja Kementerian/Lembaga yaitu di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terutama untuk membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial. Tujuannya, harga rumah yang dibayar MBR tidak meningkat untuk membiayai fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). “Selain berbagai skema di atas, saat ini juga tersedia skema baru, yaitu Tapera,” urainya.

Dalam upaya pemulihan ekonomi, diharapkan pembangunan perumahan khususnya bagi MBR menggunakan skema padat karya. Hal ini untuk memberikan pekerjaan dan manfaat langsung kepada masyarakat. Selain itu, seluruh pembangunannya agar menggunakan bahan dan material produksi dalam negeri dan industri lokal.

Untuk itu, Wapres berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang transformasi digital ini dalam memasarkan produk perumahan. “Masyarakat yang membutuhkan rumah tidak perlu datang secara fisik ke lokasi, tetapi cukup melalui tour virtual tiga dimensi beserta informasi pendukung melalui media daring,” terangnya.

Wapres percaya bahwa inovasi digital, baik dari sisi pengembang maupun dari sisi pemerintah, akan membantu. Inovasi itu mencakup kemudahan pemberian izin, dukungan pembiayaan, pemanfaatan lahan, dan kemudahan pemberian sertifikat atas tanah untuk perumahan.

Berita terkait: