TNI dan Polri masih fokus evakuasi korban bencana di NTT

Jakarta – Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Barat (NTT).

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis, mengatakan TNI dan Polri masih fokus pada evakuasi korban serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana badai siklon Seroja.

“Hari ini (Kamis-red) berhasil ditemukan enam jenazah. Personel TNI-Polri bersama instansi lainnya masih terus mengevakuasi dan mencari korban,” kata Argo yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri tinjau korban bencana di NTT

Argo menyebutkan Kapolri bersama Panglima TNI meninjau Desa Amakaka yang berlokasi sekitar 10 kilometer di bawa kaki Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT.

Keduanya, lanjut Argo, melihat langsung kondisi rumah masyarakat yang hancur akibat bencana alam.

Sejak Minggu (4/4) Korps Bhayangkara sudah mengirimkan sejumlah bantuan ke NTT, di nya 9,5 ton paket bantuan sosial (bansos).

Bantuan sosial tersebut berisi sabun mandi cair, pembersih lantai, hand sanitizer , sabun cuci tangan, susu bayi dan UHT, vitamin, serta sejumlah obat-obatan yang dibutuhkan.

Selain itu, Polri juga memberikan bahan pokok berupa beras sebanyak 7 ton, air mineral, alas tidur, selimut, handuk, sarung serta makanan lainnya yang diperlukan.

“Selain proses evakuasi, kami juga menyalurkan bantuan untuk meringankan bebas masyarakat,” ujar Argo.

Berdasarkan data per Rabu malam (7/4), total korban jiwa bencana alam NTT, di beberapa kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa. Rincian korban meninggal dunia tersebut, yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1.

Sedangkan korban hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rincian sebagai berikut Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6.

Sementara itu, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154.

Baca juga: Korban bencana di NTT akan dapat bantuan sewa hunian sementara

Berita terkait: