Tanggapi Luhut, Ketua KPK Sebut Penanganan Edhy Prabowo Tak Berlebihan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan, pemeriksaan perkara yang dilakukan tim penyidik sesuai kebutuhan dan tidak pernah berlebihan. Dikatakan Firli, proses pemeriksaan baik terhadap saksi maupun tersangka untuk membuat terang suatu dugaan tindak pidana, termasuk terkait kasus dugaan suap izin ekspor benur yang menjerat Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan serta enam orang lainnya.

“Saya tidak ingin merespons pendapat orang. Tapi pemeriksaan tidak ada istilah berlebihan. Pemeriksaan dilakukan dalam rangka mengungkap keterangan yang sebenar-benarnya. Jadi kita tidak bisa apakah pemeriksaan cukup hanya satu, dua, tiga jam, bukan itu. Tapi yang paling esensial sejauh mana keterangan yang disampaikan ada kesesuaian dengan keterangan saksi yang lain,” kata Firli di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Menteri KP Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan berpesan kepada KPK agar tidak berlebihan dalam memeriksa Edhy Prabowo yang kini telah ditahan. Proses pemeriksaan terhadap saksi maupun tersangka berjalan secara transparan, akuntabel dan profesional.

BACA JUGA

Ketua KPK: Kasus Edhy Prabowo Tak Terkait Politik

Dikatakan, lamanya proses pemeriksaan tergantung kesesuaian bukti-bukti yang dikantongi penyidik. Untuk itu, Firli memastikan pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap saksi maupun tersangka tidak berlebihan. “Kami tidak melakukan pemeriksaan berlebihan, itu dilakukan transparan, profesional, dan akuntabel. Sesungguhnya, apa yang dikerjakan penyidik nanti diuji oleh jaksa penuntut umum. Apakah berkas perkara lengkap atau tidak lengkap selanjutnya diuji kembali dalam peradilan. Kalau ibarat obat pas ukurannya, pas takarannya, pas cara menggunakannya. Jadi tidak ada yang berlebihan,” kata Firli.

Luhut sebelumnya meminta KPK tidak berlebihan dalam memproses hukum Edhy Prabowo yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (25/11/2020) dinihari. Luhut menyebut setiap manusia memiliki sisi baik dan buruk. “Saya minta KPK juga periksa sesuai ketentuan yang bagus saja, jangan berlebihan. Saya titip itu saja. Tidak semua orang jelek, banyak orang yang baik kok,” katanya.

Luhut juga memuji sikap Edhy Prabowo yang menyatakan mundur dari jabatannya sebagai menteri setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka suap ekspor benih lobster. “Saya tahu Pak Edhy itu sebenarnya orang baik. Saya senang bahwa beliau langsung ambil alih tanggung jawab seperti seorang ksatria, dan itu kita harus hormati juga hal-hal semacam itu,” kata Luhut.

Berita terkait: