Sudah Jadi Tersangka, Jenderal Prasetijo Belum Bisa Dipecat

Karier mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo (BJP PU) di kepolisian belum berakhir kendati lulusan Akpol angkatan 91 ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Alasannya belum ada proses sidang apalagi putusan hukum yang tetap atau inkracht.

“Itu berproses terkait statusnya nanti (sebagai anggota Polri) ada prosesnya sendiri bagaimana proses menghentikan anggota polisi dari Polri. Itu ada aturan mainnya, nanti dari Propam, apalagi kalau sudah inkracht,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri Selasa (28/7/2020).

PP 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri mengatur jika seorang anggota polisi bisa diberhentikan dengan tidak hormat dengan beberapa alasan termasuk melakukan tindak pidana. Pasal 12 ayat (1) menulis, “Anggota Polri…. diberhentikan tidak dengan hormat… apabila: a.dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan menurut pertimbangan pejabat yang berwenang tidak dapat dipertahankan untuk tetap berada dalam dinas…”

Pemberhentian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan setelah melalui sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Seperti diberitakan Prasetijo dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 E KUHP dan pasal 426 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 221 ayat 1 ke 2 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun.

Sangkaan 263 KUHP ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 E KUHP terkait pembuatan surat palsu, dan menggunakan surat palsu. Yakni surat jalan, dan surat keterangan pemeriksaan Covid-19. Di mana dua surat jalan dibuat atas perintah tersangka Prasetijo Utomo. Kemudian surat keterangan Covid dan rekomendasi kesehatan yang dibuat di Pusdokkes Polri.

Sedangkan Pasal 426 KUHP terkait membantu orang yang dirampas kemerdekaannya yang dikuatkan surat Jampidsus kepada Kabareskrim Polri tentang status hukum Djoko Tjandra sebagai buron.

 

Berita terkait: