Sidang Putusan Perantara Suap Djoko Tjandra-Pinangki Ditunda

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memutuskan menunda sidang pembacaan putusan perkara dugaan suap dan pemufakatan jahat dengan terdakwa pengusaha sekaligus mantan politikus Partai Nasdem, Andi Irfan Jaya, Rabu (13/1/2021).

Sidang putusan terhadap Andi Irfan yang didakwa menjadi perantara suap antara terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra dengan mantan Kasubbag Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung), Pinangki Sirna Malasari itu akan dilanjutkan pada Senin (18/1/2021) pekan depan.

BACA JUGA

Tangkap Djoko Tjandra, Listyo Sigit Dinilai Kandidat Tepat Kapolri

“Sidang putusan ditunda, hakim menunda ke hari Senin (18/1),” ujar pengacara Andi Irfan, M Nur Saleh kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Dalam persidangan hari ini Andi Irfan sebagai terdakwa tidak hadir secara langsung. Andi Irfan hadir secara daring dari Rutan KPK.
Nur Saleh mengungkap alasan Majelis Hakim menunda persidangan pada hari ini. Dikatakan, Majelis Hakim belum siap menyusun putusan Andi Irfan.

“Putusan belum siap,” kata Nur Saleh.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 2 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Andi Irfan Jaya. Jaksa meyakini Andi Irfan terbukti menjadi perantara suap dari Djoko Tjandra kepada Pinangki Sirna Malasari.

Suap sebesar USD 500.000 itu dimaksudkan agar Pinangki membantu pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung agar pidana penjara yang dijatuhkan ke Djoko Tjandra atas perkara korupsi cessie Bank Bali selama 2 tahun penjara dan denda Rp15 juta subsider 3 bulan kurungan tidak dapat dieksekusi. Selain itu, Jaksa juga meyakini Andi Irfan terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki dan Joko untuk melakukan tindak pidana korupsi melalui rencana action plan dengan menjanjikan uang USD 10 juta kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung.

BACA JUGA

Pinangki Tegaskan Dapat Action Plan Djoko Tjandra dari Andi Irfan

Berita terkait: