Sanitasi Buruk, Puskesmas Jurumudi Baru Diprotes Warga

Akibat penanganan limbah medis dan sanitasi yang kurang diperhatikan dengan baik oleh Pemerintah Kota Tangerang, keberadaan Puskesmas Jurumudi Baru yang berada di Kecamatan Benda, Tangerang diprotes warga. Terlebih kini Puskesmas tersebut kini menjadi salah satu rumah lawan Covid-19 yang dioperasikan Pemkot Tangerang.

Warga takut, sanitasi yang kurang baik itu dapat berpengaruh pada kondisi lingkungan dan berimbas pada penyakit yang mungkin saja muncul dari buruknya sanitasi di Puskesmas tersebut. Hal itu diungkapkan Ketua RW 06 Kelurahan Jurumudi, Ahmad Basori saat bertemu dengan sejumlah media, Senin (25/1/2021).

“Sejumlah warga di RW 06 Kelurahan Jurumudi banyak yang protes dengan keberadaan Puskesmas Jurumudi Baru yang limbah medisnya banyak yang merembes ke aliran saluran air perumahan warga,” ungkap Ahmad Basori.

“Banyak yang tanya soal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). Karena sampai merembes (limbah medis) itu saja kan sudah salah. Itu kan bukan terjadi karena seusai hujan saja tapi sudah sering,” ungkap Ahmad Basori.

Ditambahkannya, protes warga ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Bahkan pertemuan antara warga dengan pihak puskesmas pun sempat terjadi pada Oktober 2020 lalu. Saat itu pihak Puskesmas berjanji akan memperbaikin sanitasi yang dinilai tak berfungsi baik itu.

“Mereka (pihak Puskesmas Jurumudi Baru) sudah menjanjikan perbaikan rembesan itu tapi tidak ada respons sampai sekarang. Oleh sebab itu, warga meminta untuk menghentikan aktivitas layanan Puskesmas Jurumudi Baru karena belum memenuhi dokumen UKL-UPL yang menjadi syarat layaknya puskesmas berdiri dan beroperasi. Itu sesuai Perda Kota Tangerang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bangunan Gedung,” lanjutnya.

Pihaknya pun bakal menempuh jalur formal dengan melaporkan permasalahan tersebut kepada Ombudsman Republik Indonesia (ORI) serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang. Hal ini terpaksa dilakukan bila tidak ada tanggapan serius dari Pemkot Tangerang.

“Harus diselesaikan AMDAL-nya. Kalau secara kasat mata memang IPAL-nya buruk,” tegasnya.

Dihubungi terpisah Camat Benda, Ahmad Suhaely mengklaim kalau Puskesmas Jurumudi Baru sudah memenuhi standar yang ditentukan. Hal ini setelah dilakukan pengecekan oleh Dinas Perkim, Lingkungan Hidup, dan Kesehatan Kota Tangerang.

“Kita sudah berupaya segala pembuangan limbah di puskesmas ini memang betul-betul aman bagi masyarakat sekitar. Karena setelah dicek IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya sudah berfungsi dengan baik. Limbah yang ada di Puskesmas sudah diproses sebelum dibuang,” kata Ahmad Suhaely.

“Sejauh ini kita masih menunggu hasil laporan dari Dinas Lingkungan Hidup. Setidaknya beberapa hari ini hasil akan diketahui. Nanti akan dikeluarkan hasilnya seperti apa ? Apakah ini rembesan dari IPAL atau curah hujan? Karena kita tahu kondisi curah hujan tinggi beberapa hari belakangan kita menunggu dari (Dinas) LH. Kita cek PH-nya normal diangka 7,7,” tutur Suhaely.

Senada dengan Suhaely, Kepala Puskesmas Jurumudi Baru, Suhendra menyatakan kalau keluhan warga ini sudah terjadi berulang kali dengan persoalan yang sama yakni rembesan air yang diduga berasal dari IPAL Puskesmas Jurumudi. Dan sejauh ini pihaknya sudah memperbaiki IPAL sebanyak 3 kali.

“Kami sudah menjelaskan kepada masyakat kaitannya dengan kondisi tempat isolasi yang pada dasarnya itu dilakukan dengan standar yang aman, dan telah kami perbaiki tiga kali. Insyallah sudah berjalan dengan baik. Tapi nanti kita lihat hasilnya dulu apakah memang benar rembesan dari sini atau curah hujan kita belum tahu,” papar Suhendra.

“Dan yang pasti limbahnya tak jauh berbeda dengan rumah tangga. Seperti cuci piring, buang air kecil dan besar. Kan sama di sini ada septic tank ya nanti diolah lagi dengan masuk ke IPAL-nya seperti itu jadi lebih aman. Jadi pada dasarnya ini bukan seperti rumah sakit yang ada darah,” tandasnya.

Berita terkait: