Polda Jabar Gerebek Rumah Produksi Obat Keras, dan Tangkap 4 Pelaku

Polda Jawa Barat (Jabar) berhasil mengungkap keberadaan rumah produksi obat keras dan berbahaya. Tempat produksi barang haram itu diketahui sudah beroperasi selama tujuh tahun berlokasinya di Komplek Kopo Permai, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Rumah tersebut sengaja dikontrak pelaku untuk memproduksi pil terlarang. “Pemilik rumahnya masih kami dalami, apa ada kaitan atau tidak dalam kasus ini,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat kepada Jumat (24/7/2020).

Obar keras dan berbahaya yang diproduksi itu berjenis trihexypenidyl. Obat tersebut termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya dan konsumsinya memerlukan resep dokter.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, obat tersebut berfungsi sebagai penenang dan mengobati gejala penyakit parkinson. Obat ini juga bisa membuat siapa saja mengkonsumsinya bisa menimbulkan halusinasi.

Dalam penggerebekan pada Jumat (24/7/2020), dari lokasi polisi mengamankan empat orang tersangka, yakni Sarman, Kholik, Rahmat, dan Tanto. Bangunan rumah yang berubah jadi pabrik itu sama seperti rumah biasa.

Terdapat sejumlah ruangan di dalamnya dengan kondisi kotor seperti tidak berpenghuni. Beberapa ruangan dijadikan gudang untuk penyimpanan karung serbuk bahan baku obat keras tersebut. Polisi menyita barang bukti 44 karung bahan baku yang terdiri dari lima jenis bahan kimia.

“Dalam sebuah ruangan yang dijadikan ruang produksi terdapat satu mesin besar yang diduga digunakan untuk mencetak pil obat keras itu. Ruangan tersebut kedap suara untuk menghilangkan kecurigaan masyarakat sekitar,” ujar Rudi.

Dari pemeriksaan sementara terhadap empat orang itu, katanya dalam satu hari mereka bisa memproduksi 100 ribu hingga 200 ribu pil obat keras. Obat itu dikirim dan diedarkan di Jakarta dan Surabaya.

Berita terkait: