Pesan AHY untuk Paslon, Ketua DPD PD Jabar: Utamakan Sopan Santun

– Pasangan calon (paslon) kepala daerah dan wakil kepala yang diusung Partai Demokrat (PD) pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jawa Barat (Jabar) harus mengutamakan kesopanan dan kesantunan. Para paslon dalam pilkada kabupaten/kota juga diharapkan tidak membuat janji-janji palsu.

Demikian pesan Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagaimana disampaikan Ketua DPD PD Jabar, Irfan Suryanagara saat media visit secara virtual dengan Beritasatu Media Holdings , Senin (26/10/2020).

“Mas AHY selalu berpesan paslon agar berkampanye yang baik, utamakan sopan santun, aturan jangan dilabrak. Itu selalu yang disampaikan Mas AHY. Kemudian jangan buat janji-janji bohong. Kalau janji harus mampu dipenuhi. Ini berkali-kali diingatkan Mas AHY ke semua kader,” kata Irfan.

Irfan menyatakan seluruh kader PD di Indonesia, khusus Jabar, tentu berkomitmen untuk melaksanakan pesan AHY tersebut. “Ketika ketua umum kami instruksikan, tidak kurang beberapa waktu sudah sampai ke pengurus Partai Demokrat tingkat RT/RW,” tegas Irfan.

Irfan pun menyebut, “Kami punya ketua umum energik, muda, milenial, dan ganteng. Ini tentu menambah energi kami, apalagi Jabar barometer pemilu nasional, karena DPT (daftar pemilih tetap) yang tinggi.”

BACA JUGA

Pilkada di Tengah Pandemi Munculkan Kebingungan Publik

Irfan menambahkan AHY juga berharap kader-kader PD membantu penanganan Covid-19. “Mas AHY instruksikan lawan Covid-19. Sudah ribuan tempat cuci tangan, hand sanitizer , APD (alat pelindung diri), dan lainnya,” imbuhnya.

Irfan menuturkan pilkada digelar di tengah pandemi Covid-19. Menurut Irfan partainya tetap menerapkan kampanye tatap muka, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

“Kalau untuk pemenangan, paling sahih adalah tatap muka. Namun karena ada pandemi, kami terapkan protokol kesehatan dengan ketat. Lalu zonanya kami perkecil. Ketika zona diperkecil, maka pasukan yang turun harus benar-benar optimal,” tegas Irfan.

Irfan mengungkap, infrastruktur partainya sudah sangat lengkap atau sampai ke tingkat RT/RW. “Paslon cukup memberi pesan kepada infrastruktur partai. Karena tidak mungkin paslon keliling ke semua zona pemilihan. Kami juga bisa pakai media dan internet,” ungkap Irfan.

Irfan menambahkan kader-kader PD juga membawa visi dan misi paslon ke masyarakat. Selain itu, aspirasi dari pemilih pun ikut didengar. “Dari pengalaman kami, rata-rata masyarakat ingin beras murah, dan sebagainya. Ini yang jadi bahan kandidat kami,” imbuh Irfan.

Paslon yang diusung PD di Jabar yakni Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Depok), Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh (Karawang), Dadang Supriatna-Syahrul Gunawan (Kabupaten Bandung), Oting Zaenal Mutaqien-Wawan Setiawan (Cianjur), Azies Rismaya Mahpud-Haris Sanjaya (Tasikmalaya), Muhamad Sholihin-Ratnawati (Indramayu), dan Marwan Hamami-Iyos Somantri (Sukabumi).

Sementara di Kabupaten Pangandaran, PD tidak memiliki kursi. Dengan begitu, PD tidak dapat mengusung paslon sesuai ketentuan UU 10/2016 tentang Pilkada.

Berita terkait: