Perhatikan Hal Ini Agar Tidak Jadi Korban Investasi Bodong

– Penipuan berkedok investasi atau sering disebut investasi bodong marak terjadi di masyarakat. Meskipun sudah banyak memakan korban, namun sampai saat ini masih ada saja yang tergiur tawaran investasi tersebut.

“Pelaku investasi bodong ini biasanya menjanjikan investasi dengan return yang tinggi dan tanpa risiko yang kemudian membuat masyarakat tergiur. Padahal setiap investasi pasti ada risikonya,” kata Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari di acara Next Gen Summit 2021 sesi diskusi “Pilih-Pilih Investasi untuk Pemula” yang digelar Beritasatu Media Holdings, Rabu (7/4/2021).

BACA JUGA

Ingin Merdeka Finansial? Kuncinya Disiplin Kelola Keuangan

Agar tidak menjadi korban investasi bodong, Frederica mengingatkan untuk tidak terjebak dengan janji-janji palsu, seperti menjanjikan return yang tinggi dalam waktu cepat dan nol risiko. Hindari penjual yang memaksa, sehingga Anda terpengaruh untuk mengambil keputusan secara terburu-buru. Selain itu, waspadai juga penjual dengan bujuk rayu saat menawarkan investasi.

“Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, kita juga harus ingat prinsip investasi yaitu high risk high return. Jadi jangan percaya kalau ada yang menawarkan return tinggi dan tanpa risiko,” kata Friderica.

BACA JUGA

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Mulai Investasi

Friderica juga mengingatkan pentingnya mengenali lembaga yang menawarkan investasi tersebut. Pastikan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang datanya bisa dengan mudah dilihat di website resmi OJK.

“Izin pendirian perusahaan itu beda dengan izin sebagai perusahaan investasi, jadi mesti hati-hati. Untuk perusahaan investasi, ini bisa dicek di OJK apakah terdaftar atau tidak supaya tidak tertipu,” pesan Friderica.

Berita terkait: