Miliki Sertifikat ISO Anti-Suap Bukan Jaminan Perusahaan Tak Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sertifikat sistem manajemen anti-suap ISO 370001 atau panduan pencegahan korupsi (CEK) yang dikeluarkan KPK maupun skor tinggi dalam pengukuran tata kelola perusahaan lainnya bukanlah jaminan sebuah perusahaan tak melakukan korupsi. Bahkan, terdapat BUMN yang meraih skor tinggi dalam penilaian good corporate governance (GCG) justru tersandung kasus korupsi di KPK.

KASN Bantu Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN

“Paling tidak sudah dimulai upaya oleh perusahaan sendiri untuk punya sistem manajemen antisuap,” katanya.

Namun, Pahala mengakui bisnis yang dijalankan sebuah perusahaan tidak berada di ruang hampa. Dalam menjalankan bisnis, perusahaan berinteraksi dengan pemerintah dan kompetitor. Meski ada perusahaan yang terbiasa melakukan suap dalam menjalankan bisnisnya, sebagian besar perusahaan yang berurusan dengan KPK justru sebenarnya tidak ingin melakukan praktik ilegal tersebut.

Baca juga:  KPK Lakukan Swab Test untuk Seluruh Pegawai

Terdapat perusahaan yang terpaksa memberikan suap karena tekanan dari pejabat baik di tingkat pusat maupun daerah, serta ada pula perusahaan yang memberikan suap lantaran kompetitornya melakukan praktik tersebut. Untuk itu, kata Pahala, upaya membangun sistem pencegahan korupsi di sektor swasta harus dibarengi dengan pencegahan korupsi di sektor lainnya. Dengan demikian, lingkungan antikorupsi dapat tercipta.

“Bukan salah instrumennya tapi ada faktor lingkungan juga. Ini yang harus kita bentuk,” katanya. 

Berita terkait: